Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Jokowi Terbebani, Harus Minta Maaf Ke Rakyat Karena Berbohong Soal Pangan, Energi Dan Infrastruktur

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 11:50 WIB | OLEH: NATALIUS PIGAI

BARANGKALI Debat ke-2 Pilpres kali ini menjadi momentum penting agar Joko Widodo harus meyakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa janji-jani yang pernah diucapkan telah dilaksanakan.  

Khususnya janji-janji penting terkait debat hari ini seperti 1. Pembangunan listrik 35 ribu MW. 2. Komitmen Tidak Import Pangan dan membuka lahan. 3. Dan Sekelumit problematika tentang Infrastruktur.

Rakyat sebenarnya mengharapkan Pak Joko Widodo harus sampaikan seberapa jauh realisasi janji pengembangan listrik 35 ribu MW, Tarif Dasar Listrik yang tinggi dan mencekik leher rakyat khususnya emak-emak di rumah tangga yang tiap bulan emak-emak menjerit.


Demikian pula pembangunan instrastruktur yang terbengkalai, membebani rakyat dan membebani anggaran negara karena dibangun dengan  utang luar negeri.

Contoh nyata terkait pembangunan LRT di Palembang yang dibangun dengan nilai Rp 10 triliun melalui utang luar negeri.

Setelah selesai, saat ini ternyata pendapatan dari LRT per bulan hanya Rp 1 miliar, sedangkan biaya operasional tiap bulan mencapai Rp 10 miliar. Jadi mulai saat ini bukannya untung tetapi justru pemerintah subsidi ke pihak LRT Rp 9 miliar. Apalagi subsidinya membebani APBD Sumsel yang hanya Rp 10 trilun.

Dilihat dari asas utilitas maka pembangunan Infrastruktur yang dibangun oleh Joko Widodo baik jalan Toll maupun LRT dan MRT bersifat berbayar sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat kecil, sehingga lebih cenderung demi kepentingan sekelompok oligarki ekonomi.

Persoalan paling serius dan krusial yang gagal dari Joko Widodo adalah Soal Pangan.  

Pada tahun 2014, janji Joko Widodo untuk tidak akan Impor beras, jagung, kedelai, gula dan garam tetapi ternyata berbohong dan impor lebih menguntungkan negara lain atau petani dari negara lain dibandingkan petani sendiri.

Pengakuan Joko Widodo pada debat pertama bahwa dirinya sebagai pengambil keputusan atas Impor adalah contoh nyata Joko Widodo kejam kepada rakyat Indonesia.

Soal pangan Joko Widodo juga belum punya prospek keberlanjutan pangan pada masa yang akan datang, apalagi belum terlaksananya janji untuk membuka 5 juta hektar tanah di luar Jawa, ternyata juga adalah bohong.
Apalagi saat ini ancaman serius dengan adanya penyusutan lahan di pulau Jawa dari 7 juta (50 persen) Ha lahan pangan dari 15 juta Ha di Indonesia, tiap tahun mengalami penyusutan sebesar 200 Ribu Ha.

Akibatnya, tahun 2018, FAO memberi nilai Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki indek keberlanjutan pangan terburuk (food Sustainability indeks).

Oleh karena itu malam ini jangan berharap banyak kepada Joko Widodo.

Rakyat Indonesia justru menaruh perhatian kepada Prabowo Subianto untuk memastikan adanya jaminan komitmen kuat untuk memperbaiki terpenuhinya kebutuhan atas pangan, energi dan infrastuktur serta melestarikan lingkungan dan menjaga ekosistem dari ancaman perubahan iklim (climat change). [***]


Natalius Pigai
Kritikus dan Aktivis

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya