Berita

Cipanas Nagrak/RMOL Jabar

Nusantara

Tak Sepakat Bagi Hasil, Wisata Cipanas Nagrak Ditutup

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 13:32 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Objek wisata Cipanas Nagrak di Kampung Kancah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditutup sementara.  Pengelolanya belum mencapai kesepakatan soal bagi hasil dengan pemilik lahan.

"Informasinya begitu, jadi memang ditutup pengelola karena pemilik lahan ingin bagi hasil lebih besar, sementara pengelola dari masyarakat sekitar merasa keberatan," kata Sekretaris Desa Cihideung, Erin Suhendi, seperti dilansir RMOL Jabar, Kamis (14/2).

Erin mengungkapkan, objek wisata tersebut selama ini dikelola oleh Karang Taruna dan masyarakat setempat.


Pengelola keberatan dengan kemauan pemilik lahan yang meminta bagi hasil 70-30 persen. Mereka menginginkan bagi hasil diangka 40-60 persen dari penjualan tiket senilai Rp10 ribu per orang. Apalagi, pengelola juga telah melakukan penataan terhadap lahan wisata tersebut.

Erin mengatakan, Cipanas Nagrak berada pada dua desa yakni desa Sukajaya dan Desa Cihideung. Sumber air panas berasal dari Kampung Kancah Desa Cihideung yang dialirkan masyarakat ke lokasi obyek wisata saat ini.

"Sejak tanggal 22 Januari 2019 pengelola menutup obyek wisata, ditambah perizinannya sedang diurus dulu," jelas Erin.

Terpisah, warga sekitar Heru (42) mengaku dirinya berharap obyek wisata kembali dibuka. Dengan adanya obyek wisata ini membuka lapangan pekerjaan baru dan mengangkat perekonomian warga.

Obyek wisata yang telah berjalan setahun setengah itu diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Pada hari libur tercatat 4.000 wisatawan datang ke obyek wisata Cipanas Nagrak.

"Hari minggu bisa sampai 4.000 orang. Kalau sekarang katanya ditutup dan tidak boleh dikenakan tarif sekalian mengurus perizinan," ujarnya. [yls]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya