Berita

Dunia

Ini Alasan Rusia Tanggapi "Propaganda Rusia"

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 14:57 WIB | LAPORAN:

. Tak tahan dan khawatir dengan banyaknya komentar negatif di sosial media, membuat Rusia angkat bicara perihal polemik "Propaganda Rusia".

Alasan cuitan resmi kedutaan "Tirai Besi" itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva. Hal itu ia sampaikan, menjawab pertanyaan dari para wartawan dalam acara konferensi pers di kediamannya di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2) menyusul tanggapannya terkait Propaganda Rusia melalui di twitter pada senin (4/2) lalu.
 
Rusia, sambung Dubes yang akrab disapa Lyudmila, menerima cukup banyak komentar negatif pada sosial media, khususnya twitter, agar masyarakat secara cepat dan luas menjadi paham bahwa Rusia tidak terlibat dengan kepentingan domestik Indonesia. "Akhirnya, kami memutuskan bahwa penting untuk menanggapi, agar masyarakat paham lewat twitter kami bahwa hal itu tidak benar, bahkan kami tidak punya intensi untuk melakukan itu," ujarnya.


Disamping itu, lanjut Dubes Negeri Beruang Merah itu mengirimkan tanggapan terkait Propaganda Rusia di akun twitternya,  untuk menghargai dan menghormati pilihan Indonesia "Saya sekali lagi ingin make it clear, bahwa kami tidak terlibat dalam proses pemilu Indonesia," tuturnya.

Lyudmila juga mengakui bahwa pemilu merupakan proses yang harus dilalui sebuah negara, dengan segala polemik yang mungkin bisa saja terjadi. Meski begitu, pihak negara berjulukan "Tirai Besi"  ini tidak mengikut campur urusan pemilu Indonesia.

"Kami memahami menjelang dan di musim pemilu, selalu sulit untuk sebuah negara, apapun bisa terjadi. Kami perjelas bahwa kami tidak terlibat, kami menghargai pilihan masyarakat Indonesia," tegasnya.[atm]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya