Al Habib Ali Zainal Abidin
Dinamika politik dalam negeri menjelang Pemilu serentak yang digelar pada 17 April 2019 nanti sudah terlihat jelas. Sayangnya kontestasi politik lima tahunan tersebut terasa begitu sensitif sekarang ini, sehingga membuat masyarakat begitu mudah tersulut. Bahkan banyak yang mengatakan suara umat islam pecah. Benarkah?
Dukung mendukung antar kelompok tidak terhindarkan. Ironinya, diantara mereka saling menghujat. Bila hal ini terus dibiarkan maka berpotensi terjadinya disharmonisasi antar masyarakat dan umat beragama.
Persoalan ini menarik perhatian sejumlah tokoh di Tanah Air. Salah satunya, Al Habib Ali Zainal Abidin, yang merupakan keturunan langsung atau cicit dari Syech Sayyid Mbah Priuk, menyerukan agar umat islam tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
"Persoalan politik adalah hal ke duniawian, untuk itu kita tidak boleh pecah gara-gara berbeda pilihan. Kalau umat Islam pecah belah, nanti ada yang 'tepuk tangan'. Jadi, jangan sampai pilpres ini menjadikan kita saling hujat satu sama lain," ujar Habib Ali dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, belum lama ini.
Pihaknya juga menyampaikan, bahwa tugas Habib adalah menjaga persatuan dan kesatuan umat secara keseluruhan. Bahkan, menjaga bangsa ini dari segala rongrongan akidah. Sesama islam bersaudara. Namun demikian, sudah menjadi sunnatullah. Dan nabi Muhammad juga pernah mengatakan bahwa islam banyak cabang, satu sama lain saling membanggakan golongannya. Dan tanda-tanda datangnya akhir zaman adalah munculnya fitnah dan berita sesat.
"Bahkan saya saja tinggal di sini bukan berarti nyaman. Banyak serangan dan fitnah yang datang. Tapi kita sikapi dengan santun dan memohon perlindungan dari Allah," katanya.
Dengan begitu, Al Habib mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu yang berkembang di media sosial. Seperti banyaknya kabar hoaks atau berita bohong.
"Kita harus bertabayyun dulu bila menyikapi sebuah pemberitaan, selanjutnya kita kembalikan kepada Allah dan Rasulnya," imbau Habib.
"Mari kita kembalikan kepada Allah, mana pemimpin yang baik. Namun dalam konteks ini, kami tetap netral," tegasnya.
Habib pun kembali menekankan, agar umat islam tetap bersaudara meski berbeda pilihan politiknya. "Sudahilah berpolemik masalah berbeda pilihan. Jangan kita pecah belah gara-berbeda pilihan politik, urusan akhirat lebih penting daripada urusan duniawi," pungkas Habib Ali.