Berita

Politik

Gelar "Cak Jancuk" Untuk Jokowi Tanda-tanda Kekalahan

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 12:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Gelar "Cak Jancuk" yang disematkan kepada Joko Widodo oleh pendukungnya di Jawa Timur seolah menjadi pertanda bagi capres petahana akan mengalami kekalahan pada Pilpers 2109.

Sebab, makna Jancuk dinilai berkonotasi negatif dan merendahkan marwah seorang. Apalagi penyematan itu disampaikan kepada Presiden yang semestinya dijaga kehormatannya.

Demikian disampaikan Jubicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Selasa, 5/2).


"Ini tanda-tanda kekalahan Jokowi, setelah jadi orang terhormat selama menjabat presiden akan kehilangan kehormatan sebagai presiden dan kalah," ujar Ferdinand.

Menurut dia, seorang Presiden sebagai simbol negara mendapat sebutan "Jancuk" oleh para pendukungnya dinilai merendahkan Jokowi.

"Ini penghinaan kepada simbol negara bahwa seorang Presiden digelari 'Jancuk' yang dalam konotasi maknanya sangat kasar seperti 'bajingan'," ujar Ferdinand.

Bahkan, politisi Demokrat ini menduga ungkapan dari para pendukungnya seolah menjadi isyarat bahwa Jokowi akan mendapat pujian semacam itu.

"Mungkin beliau akan diolok-olok dengan gelar Jancuk yang diberikan pendukungnya itu. Tidak lama lagi 17 April 2019 akan kalah," tutup Ferdinand. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya