Berita

Foto/Net

Refrizal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Dengan Bedah Lapau

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 04:52 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menjadi anggota DPR RI sejak 2004 membuat Refrizal terus tertantang untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat, terutama yang ada di dapilnya.

Maju dari Dapil Sumbar II yang meliputi Kota Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Payakumbuh, Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota membuat politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu selalu diperhitungkan.

"Memang kewajiban saya itu yang saya tunaikan dengan program-program pribadi. Salah satunya dengan program bedah lapau atau bedah warung," kata Refrizal kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (4/2).


Pada Pileg 2014 lalu, Refrizal mengusung program membangun 1.000 lapau di dapilnya. Bahkan sebelum habis masa periode 2014-2019, dia sudah membangun 1.118 lapau yang artinya melebih target.

"Untuk program 2019-2024 ini target saya sampai tiga ribu lapau harus berdiri. Ini program pribadi saya, bukan black campaign atau money politic ke masyarakat. Program ini saya sisihkan dari uang kita sendiri, jadi kan kita tidak mau makan sendiri uang penghasilan dari DPR ini karena sangat banyak," terangnya.

Selama 12 tahun duduk di Komisi VI yang membidangi BUMN dan perdagangan, Refrizal memprioritaskan program CSR BUMN untuk membangun jalan, jembatan, masjid dan fasilitas umum di dapilnya. Dia tidak menggunakan CSR BUMN untuk program bedah lapau.

Refrizal yang sudah beberapa tahun terakhir duduk di Komisi XI mengaku dalam program pribadinya itu juga membina masyarakat dalam mengelola perekonomian.

"Jadi yang kita mau lapau-lapau di Sumatera Barat ini berbeda, konsepnya harus seperti minimarket, artinya dikelola secara modern. Jadi mindset masyarakat harus berubah, makanya perlu dilatih agar ekonomi kelas bawah ini bisa naik kelas," demikian Refrizal. [wah] 

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya