Berita

Eko Margiyono dan I Nyoman Cantiasa/Dispenad

Pertahanan

Cantiasa Resmi Pegang Tongkat Komando Kopassus

MINGGU, 03 FEBRUARI 2019 | 06:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa resmi menjabat  Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus atau Danjen Kopassus.

Tongkat komando Korps Baret Merah telah diserahterimakan dari Mayjen TNI Eko Margiyono kepada Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, pada acara Penyerahan Satuan Kopassus yang berlangsung di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, belum lama ini.

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa lahir di Buleleng, Bali pada 26 Juni 1967, merupakan lulusan terbaik Akademi Militer 1990 dari kecabangan Infanteri, serta menyabet penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama.


Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pernah berdinas di Batalyon Linud (Para Raider) 328/Dirgahayu Kostrad.

Karir ayah dua anak ini berikutnya banyak dijalani di lingkungan Korps Baret Merah, khususnya di satuan elite Kopassus, Satuan-81 Kopassus (Gultor). Tidak tanggung-tanggung, ia lama bergabung dengan Batalyon Aksi Khusus (Aksus) yang kini dinamai Batalyon 811.

Di batalyon ini, ia sempat menjadi Komandan Batalyon di tahun 2006, setelah sebelumnya menamatkan Sesko TNI AD pada tahun 2004.

Usai dipercaya sebagai Danseko Pusdikpassus serta Dandenma Kopassus, ia pun meraih jabatan puncak di lingkungan Sat-81 Kopassus dengan menjadi Komandan Sat-81 Kopassus pada 2010-2012 dan meraih pangkat Kolonel.
Berikutnya, I Nyoman Cantiasa dipercaya untuk menjabat sebagai Komandan Pusdikpassus pada tahun 2012-2013, sebelum akhirnya mengikuti pendidikan Sesko TNI pada tahun 2014.

Selesai Sesko TNI, I Nyoman Cantiasa dipercaya untuk menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna Akamdemi Militer.

Babak baru dalam perjalanan karirnya dimulai pada tahun 2015, setelah lebih dari dua dasawarsa karirnya banyak dihabiskan di lingkungan satuan tempur, ia menjalani karir di satuan teritorial sebagai Komandan Korem 163/Wirasatya, Kodam IX/Udayana.

Perjalanan karir berikutnya membawa I Nyoman Cantiasa meraih pangkat bingtang satu (Brigjen TNI) saat dipercaya untuk menjabat sebagai Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Kodam XVII/Cendrawasih, dilanjutkan dengan kepercayaan untuk menjabat sebagai Kasdam XVII/Cendrawasih pada tahun 2017.

Berselang setahun kemudian, pangkat bintang dua (Mayjen TNI) diraihnya pada tahun 2018 saat dipilih menjadi Pati Sahli Tk.III Bid. Polkamnas Panglima TNI, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Komandan Jenderal ke-31 Komando Pasukan Khusus.

Lama berdinas di Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pun ‘lulus penugasan wajib’ bagi setiap personel Kopassus pada masa lalu, yakni menjalani tugas operasi di Irian Jaya (Papua), Timor-Timur dan Aceh.

Bekalnya mumpuni, selain pendidikan Komando, ia juga lulus pendidikan pengembangan spesialisasi untuk Free Fall, Penanggulangan Teror (Gultor), serta Suspa Intel Analis. Tak hanya di dalam negeri, penugasan di luar negeri, seperti ke Kamboja, Jerman, Australia, Korea Selatan hingga Prancis pernah ia jalani.

Saat mempimpin Kontingen Indonesia dalam Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-16 di Hanoi, Vietnam, ia pun sukses melanjutkan tradisi Juara Umum dengan raihan 24 medali emas, 10 perak, 9 perunggu dan 15 tropi.

Sejumlah penghargaan dan satya lencana juga diraih oleh Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, di antaranya Satyal Lencana Seroja, Satya Lencana GOM VIiI/Dharma Bahkti, Satya Lencana GOM IX/Raksaka Dharma dan Satya Lencana Dwidya Sistha.

Penghargaan lain yang berhasil diraihnya adalah Karya Tulis Terbaik Pendidikan Reguler XLI Sesko TNI pada tahun 2014. Dalam karya tulis ini, ia menyampaikan gagasan untuk membentuk komando operasi gabungan pasukan elite antar matra, baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Mayjen Cantiasa juga alumni Lemhanas PPSA XXI tahun 2017. [wid]


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya