Berita

Foto: Net

Dunia

Soal Korut, Direktur Intelijen Nasional AS-Trump Beda Pendapat

RABU, 30 JANUARI 2019 | 11:21 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Pimpinan badan-badan intelijen Amerika Serikat berbeda pendapat dengan Presiden AS Donald Trump.

Perbedaan cara pandang ini terungkap dalam rapat dengar pendapat para pimpinan komunitas intelijen AS dengan komite intelijen AS di
di Gedung Capitol Hill, kemarin (Selasa, 29/1).

Para pimpinan komunitas intelijen yang hadir di antaranya Direktur Intelijen Nasional Dan Coats, Direktur CIA Gina Haspel, Direktur FBI Chris Wray dan Direktur NSA Paul Nakasone.

Para pimpinan komunitas intelijen yang hadir di antaranya Direktur Intelijen Nasional Dan Coats, Direktur CIA Gina Haspel, Direktur FBI Chris Wray dan Direktur NSA Paul Nakasone.

Dalam kesempatan itu, Coats menyampaikan bahwa saat ini ancaman global untuk AS datang dari Rusia, Tiongkok, Iran dan Korea Utara.

Khusus untuk Korut, Coats berpendapat, tidak mungkin menyerahkan sepenuhnya senjata nuklir dan kapabilitas produksi nuklir mereka. Ini untuk kelangsungan hidup rezim.

Pernyataan Direktur Intelijen Nasional tersebut bertolak belakang dengan pada pandangan Gedung Putih beberapa waktu lalu yang tetap optimis bahwa kedua negara akan mencapai perdamaian abadi. Gedung Putih yakin Korut akan menyerahkan senjata nuklirnya.

Pernyataan bersama para pimpinan komunitas intelijen AS di hadapan Senat ini dipublikasikan justru saat Trump sedang mempersiapkan pertemuan puncak kedua dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya