Berita

Deklarasi pemilu damai LACI/RMOL

Politik

Generasi Muda LACI Lawan Hoax Di Pemilu

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 20:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Generasi milenial dari Lembaga Cita Insan Indonesia (LACI) menyatakan dukungan terhadap Pemilu 2019 damai.

Cara tersebut diyakini merupakan salah satu upaya menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan.

"Kami atas nama generasi muda Indonesia LACI dengan ini menyatakan sikap mendorong kampanye pemilu aman dan damai," kata Endah, perwakilan LACI dalam diskusi bertema 'Membaca Arah Populisme Islam di Pilpres 2019' sekaligus deklarasi pemilu damai di Setiabudi, Jakarta, Sabtu (26/1).


LACI menyoroti perkembangan isu hoax di pemilu. Mereka merasa khawatir dengan penyebaran informasi bohong yang kian massif di masyarakat. Karenanya seluruh masyarakat diajak melawan hoax.

"Kami ingin pemilu berlangsung tanpa hoax, SARA dan politik uang," ucap Endah.

LACI juga menginginkan pemilu berlangsung sesuai dengan prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber Jurdil). Sebab diyakini dengan cara itu kualitas demokrasi meningkat, sehingga pemimpin yang dihasilkan menjadi lebih baik.

"Menguatnya politik identitas di Pemilu 2019 membuat masyarakat terpecah belah. Persoalan intoleransi hingga radikalisme muncul. Kami menyatakan perang terhadap hal itu semua, dengan narasi deklarasi pemilu damai," jelas Endah.

Dosen Universitas Paramadina Novriantoni Kahar dalam forum diskusi menyatakan bahwa populisme Islam di Indonesia terlebih di Pilkada DKI 2017 hanya gerakan yang menuntut perubahan imajiner.

"Orang kumpulkan puluhan ribu dan klaim jutaan umat Islam dan mereka menuntut sesuatu yang imajiner bukan tuntutan perubahan yang real," ujarnya.

Saat Pilkada DKI, populisme Islam hanya gerakan bernuansa pada politik identitas yang mengelola ketersinggungan. Seperti ketidaksukaan terhadap Jakarta yang merupakan ibu kota negara namun dipimpin oleh non muslim. Isu seperti itu dinilai tidak penting karena bukan aspek yang esensi.

"Syiarnya apa, misalnya 'kalau hanya sekadar membangun, Firaun pun membangun,' kemudian anti terhadap penista agama. Itu syiar mereka. Emosi massa dibakar untuk perjuangkan sesuatu yang tidak substansial, itu yang saya pahami dari populisme itu," papar Novriantoni. [wah]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya