Berita

M. Arsjad Rasjid/Net

Politik

Tiga Kriteria Pemimpin Indonesia Yang Dibutuhkan Rakyat

SABTU, 26 JANUARI 2019 | 15:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemimpin Indonesia harus memberikan asa, berpikiran luas dan kaya akan nilai spiritual. Selain itu, pemimpin ke depan juga harus memiliki visi-misi yang dapat memperkuat fondasi negara sesuai perkembangan zaman.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Indika Energy, M. Arsjad Rasjid saat menjadi pembicara pada pelatihan kepemimpinan bangsa bertajuk "Peran Generasi Muda Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045" di Puncak Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/1).

Penyelenggara pelatihan kepemimpinan ini adalah Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK). Sekitar 120-an mahasiswa dari lintas kampus menjadi peserta kegiatan ini. Hadir, Ketua Umum PGK, Bursah Zarnubi.


Menurut Rasjid, calon seorang pemimpin harus dilihat rekam jejaknya. Apa yang sudah dia lakukan selama ini. Prestasi apa yang sudah diraih, dan apakah dia konsisten.

"Pemimpin Indonesia ke depan adalah pemimpin yang mempunyai pemikiran yang sangat kuat, pemimpin yang memiliki hati, atau pemimpin yang memberikan harapan, terutama pada dirinya sendiri," ujar Arsjad.

Menurut Arsyad, ada tiga kriteria pemimpin Indonesia yang dibutuhkan rakyat ke depannya.

Pertama, pemimpin autentic. Pemimpin semacam ini adalah pemimpin yang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak serta bersikap potisif dan sekaligus dapat menerima hal-hal sulit atau negatif yang terjadi dalam kehidupan.

"Pemimpin autentik adalah memimpin dengan hati, memimpin yang dapat memberikan dan hasil positif. Dia menerima hasil dari setiap keputusan yang sudah dibuat," katanya.

Kedua, pemimpin spiritual. Dia harus memiliki kemampuan berpikir untuk memahami tujuan utama kehidupan. Dia juga harus mengingat dan dekat dengan Tuhan-Nya. Menurutnya, setiap agama mengajarkan kebaikan serta nilai-nilai. Perbedaan keyakinan harus dihormati.

"Karena yang paling penting adalah bagaimana kita sama-sama bisa menyumbangkan pemikiran untuk mempersatukan perbedaan itu," katanya.

Ketiga, pemimpin adaptable. Menurut Rasjid, pemimpin tidak boleh hanya mengadalkan kepandaian dan kekuatan massa untuk menentukan sebuah organisasi, perusahaan atau sebuah bangsa dan negara. Untuk memperkuat argumentasinya, Rasjid mengutip tokoh dunia Kebangsaan Britania Raya, Charles Darwin.

"Charles Darwin pernah berkata bukanlah yang paling kuat atau paling pintar yang akan bertahan, tetapi yang paling mampu beradaptasi, fleksibel, toleran dan inklusif," ungkapnya.

Lalu bagaimana asa membentuk seorang pemimpin, Rasjid menegaskan dia harus tahan banting (resillent) dan tangguh, memiliki semangat tinggi dan sabar ketika menghadapi masa-masa sulit, serta memegang teguh nilai-nilai kehidupan.

"Tapi seperti yang saya katakan tadi, pemimpin masa depan adalah pemimpin yang bisa beradaptasi. Selain visi-misi, kesuksesan perusahaan atau organisasi adalah membangun fondasi nilai-nilai kehidupuan itu," tutup Rasyid. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya