Berita

Marsekal Hadi/Net

Pertahanan

Ethiopian Cargo Diduga Meremehkan Wilayah Udara Indonesia

RABU, 16 JANUARI 2019 | 00:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pesawat Ethopian Cargo dipaksa turun oleh dua jet tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI Angkatan Udara saat melintasi wilayah udara Indonesia.

Pesawat milik Ethiopia itu didaratkan di Bandara Hang Nadim, Batam pada Senin (14/1).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pesawat dengan tujuan Hongkong itu memuat mesin pesawat.


“Pesawat cargo yang membawa mesin Roll Royce pesawat,” katanya di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1).

Pesawat dipaksa turun atau force down lantaran tidak memiliki dokumen resmi untuk bisa terbang di wilayah Indonesia. Saat ini, jajaran TNI sedang melakukan pemeriksaan terkait alasan pesawat tersebut tidak melengkapi dokumen resmi.

“Ya itu yang sedang kita cari ya, kenapa dia masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin,” ujar Hadi.

Kemungkinan, sambungnya, pesawat tersebut memandang remeh Indonesia. Mereka diduga merasa tidak akan tertangkap radar saat memasuki wilayah Indonesia.

Selain itu, ada juga dugaan Ethiopian Cargo merasa Indonesia tidak punya pesawat untuk melakukan intersep.

“Itu kemunginkinannya, atau paling hanya nota protes, tidak! Kita tetap meneggakkan peraturan. Siapa yang melanggar harus selesaikan sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia,” pungkas Hadi. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya