Berita

Petani tembakau/Net

Nusantara

Pelaku Industri Rokok Perlu Ikut Pembahasan RUU Pertembakauan

SENIN, 14 JANUARI 2019 | 22:09 WIB | LAPORAN:

Industri tembakau di Indonesia sudah memberikan kontribusi pendapatan negara dalam jumlah besar. Namun, di sisi lain yang paling diuntungkan adalah para pengusaha.

"Industri tembakau sudah menghasilkan pendapatan negara sangat besar. Tapi bukan negara saja, ada pihak lain yang lebih diuntungkan yakni pengusaha," jelas anggota Pansus RUU Pertembakauan DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin di sela Rapat Dengar Pendapat Umum Pansus RUU Pertembakauan di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (14/1).

Dia menjelaskan, memasuki era Reformasi, sejumlah konglomerat yang selamat dari krisis keuangan adalah pengusaha rokok. Sebab, ketika itu sebagian besar masih tergolong dalam industri padat karya.


Di sisi lain, Didi menyayangkan industri rokok yang diduga mempekerjakan anak-anak di kebun. Disinyalir hal itu dilakukan demi mengeluarkan upah tenaga kerja lebih murah.

"Di satu sisi pengusaha itu luar biasa menikmati keuntungan tapi di satu sisi mempekerjakan anak-anak. Mereka perusahaan besar mengapa harus menggunakan anak-anak. Pasti tujuannya mencari tenaga kerja murah," jelasnya.

Untuk itu, Didi meminta Kementerian Ketenagakerjaan melalui Ditjen Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan turut menghadirkan para pelaku industri rokok dalam RDPU RUU Pertembakauan selanjutnya.

"Ini tugas dirjen pengawasan dan harus menjadi perhatian. Mereka patut dipanggil," imbuh Didi. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya