Berita

Ilustrasi

Publika

Ketika Musim Panen Survei Tiba

RABU, 09 JANUARI 2019 | 22:33 WIB

MUSIM panen survei awal tahun ini datang bersamaan  musim buah rambutan. Sedikit    terlambat tapi jelas sangat penting bagi lembaga survei dan bagi inkumben. Di mulai oleh Indikator yang punya nyali paling gede. Lembaga punya Burhanuddin Muhtadi itu mengumumkan hasil surveinya, pasangan Jokowi-Ma’ruf elektabilitasnya 54.9% dan Prabowo-Sandi 34.8%.

Jangan kaget ya, sebentar lagi akan bermunculan hasil-hasil  survei lain. Survei ini tabiatnya memang mirip jamur yang tumbuh di musim hujan. Tumbuh dan bermunculan di musim menjelang pemilu atau pilpres. Saat itu dana-dana politik sudah mulai turun dengan derasnya. Pundi-pundi dan kocek mereka tumbuh subur diguyur.

Lembaga-lembaga surveinya juga sudah bisa diduga. Dedengkot utamanya SMRC, dan duo LSI. Dalam barisan ini ada juga Indo Barometer, Vox Populi, Charta Politica, sampai Litbang Kompas. Angkanya juga gak akan jauh-jauh, Jokowi-Ma’ruf masih unggul 20%.


Gak perlu protes atau marah-marah, namanya juga survei pesanan. Ya suka-suka yang punya duit. Mau dibuat selisih 20,30, atau 40%, bebas-bebas saja. Yang salah itu kita. Kenapa kok masih  percaya. Diboongin terus menerus, kok masih mau juga.

Kita kan juga sudah tau sama tau. Sebagian besar survei di Indonesia ini tujuannya mempengaruhi publik opini, bukan pemetaan pemilih. Jadi gak perlu kaget juga kalau ada jenis tukang survei baru merangkap spesialis meme.

Publikasi survei saat ini memang paling pas. Pilpres tinggal tiga bulan lagi, kurang dari 1.00 hari. Inkumben suaranya sedang turun. Selisih dengan penantang, kian menipis. Perlawanan rakyat muncul dimana-mana. Kampanye inkumben selalu sepi. Perlu pengerahan masa besar, biar kelihatan rame. Wakilnya gak bisa kampanye karena dirundung cidera berkepanjangan. Kalau sudah sembuh, stamina juga sudah tak lagi mendukung.

Sebaliknya, penantangnya Prabowo-Sandi kampanyenya dimana-mana selalu dijejali masa. Dielu-elukan, diberi sumbangan. Eforianya luar biasa.

Situasi ini sangat tidak menguntungkan. Bisa menimbulkan defisit  besar  kepercayaan diri. Partai-partai pendukung sudah mulai mencari jalan selamat masing-masing, kecuali PDIP. Jadi harus dibangkitkan kembali.

Cara yang paling memungkinkan ya bentuk opini. Cara yang paling ampuh, ya kerahkan lembaga survei. Perintahkan mereka rame-rame bangun publik opini. Serbu pemberitaan, serbu medsos. Buat publik, dan khususnya paslon percaya elektabilitasnya masih tinggi.

Bagi lembaga-lembaga survei itu perkara mudah kok. Its matter of money. Hanya masalah urusan seberapa besarnya uang yang akan mereka terima. Kata Iwan Fals dalam salah satu lagunya, “tawar menawar, harga pas, tancap gas!”

Tibanya musim panen survei ini walau sedikit terlambat tapi sangat penting bagi inkumben. Tapi ngomong-ngomong, masalahnya bagaimana caranya ya untuk meyakinkan masyarakat. Mereka sudah telanjur tidak percaya kepada lembaga survei, kepada media, apalagi kepada inkumben. Tabiatnya sama. Gak bisa dipercaya. Nah lho… [***]

Nasruddin Djoha
Penulis adalah pemerhati politik dan pemilihan umum.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya