Berita

Kasum TNI, Laksdya Didit Herdiawan Ashaf/Net

Pertahanan

TNI AL Harus Dukung Ketahanan Pangan Nasional

SABTU, 05 JANUARI 2019 | 02:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tugas TNI Angkatan Laut (AL) tidak hanya menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI AL juga punya tugas dalam mendukung visi pembangunan nasional.

Begitu kata Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Laksdya Didit Herdiawan Ashaf saat memberikan Kuliah Umum di Auditorium Gedung Nipa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Bumimoro, Morokrembangan, Surabaya, Jumat (4/1).

Acara bertajuk “Peran TNI Angkatan Laut Dalam Mendukung Sistem Logistik Nasional Untuk Ketahanan Pangan Maritim” itu dihadiri oleh 294 mahasiswa pascasarjana, sarjana, dan diploma.


“Sesuai UU 34/2004 tentang TNI, TNI AL yang mempunyai peran, tugas dan fungsi untuk mendukung visi pembangunan nasional,” terangnya.

Salah satu cara mendukung pembangunan nasional itu, sambung Didit adalah dengan membantu mengupayakan ketahanan pangan.
 
Dalam UU 7/1996 tentang Pangan, ketahanan pangan didefinisikan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap masyarakat yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata terjangkau, dan berbasis pada keragaman sumber daya lokal.
 
Menurut Didit, ada beberapa komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahanan pangan tersebut. Di antaranya, kecukupan atau ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari tahun ke tahun, aksesibilitas, keterjangkauan terhadap pangan, serta kualitas keamanan pangan.
 
“Kondisi ketahanan pangan tersebut dapat tercapai melalui sistem logistik nasional yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” katanya. [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya