Berita

Kepala Peliputan CNN Indonesia Revolusi Riza/Repro

Politik

Revolusi Riza: Hoax Ratna Sarumpaet Paling Fenomenal Di Tahun 2018

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 01:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di era kemajuan teknologi saat ini publik memiliki ruang yang cukup luas untuk mengatakan apapun, dan hal itu bisa mempengaruhi keputusan elit politik.

Contohnya apa yang dialami Joko Widodo dalam memutuskan Maa’ruf Amin sebagai calon wakil presiden.

Sayangnya, di saat bersamaan, kemajuan teknologi informasi ini juga membuat hoax bisa dengan mudah menyebar.


“Kemajuan teknologi ini juga dipakai untuk menyerang politisi-politisi. Kedua kubu ini, tim sukses atau pendukungnya, saling mengeluarkan informasi-informasi untuk menyerang satu sama lain,” begitu dikatakan Kepala Peliputan CNN Indonesia Revolusi Riza dalam dialog bertema “Menengok ke Belakang dan Menatap ke Depan Tahun Politik” yang digelar CNN Indonesia, Senin malam (31/12).

Menurut Riza, hoax yang paling fenomenal di tahun 2018 adalah saat Ratna Sarumpaet mengaku dipukuli oleh sekelompok orang.

“Itu menjadi catatan penting yang menonjol di tahun 2018. Ketika seorang Ratna Sarumpaet mengakui dipukuli. Kemudian politisi sekaliber Pak Amien Rais bicara, kemudian banyak pendukung dari kubu Pak Prabowo juga bicara. Dan sampai Pak Prabowo mengadakan konpres,” ujar Revolusi Riza.

Dialog menyambut pergantian tahun itu dipandu Budi Adiputro. Selain Revo, pembicara lain adalah Wakil Pemimpin Redaksi Detik.com, Elvan Dany Sutrisno, Pimred Tempo Arif Zulkifli, dan Pemimpin Umum RMOL Network Teguh Santosa. Dialog digelar untuk menyambut pergantian tahun. Dialog lengkap dapat dilihat di sini. [dem] 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya