Berita

CEO RMOL Network Teguh Santosa/Net

Politik

Teguh Santosa: Keputusan Jokowi Memilih Ma’ruf Amin Dipengaruhi Fragmentasi Elit Pendukung

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 00:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Joko Widodo memilih KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden diyakini tidak semata-mata karena kubu Jokowi hendak melawan narasi Jokowi anti-Islam.

Menurut Pemimpin Umum RMOL Network, Teguh Santosa, rasanya ada faktor lain yang juga mendominasi keputusan itu. Terutama yang terkait dengan fragmentasi elit di kelompok pendukung Jokowi.

Dalam hal ini ada pertimbangan mengenai masa depan PDI Perjuangan bila yang diajukan adalah tokoh lain. Juga pertimbangan masa depan partai-partai pendukung lain.


“Fragmentasi elit ada dimana-mana,” katanya dalam  dialog bertema “Menengok ke Belakang dan Menatap ke Depan Tahun Politik” di CNN Indonesia, Senin malam (31/12). Dialog lengkap dapat dilihat di sini.

Dialog yang dipandu Budi Adiputro itu juga menampilkan Pemimpin Redaksi Tempo Arif Zulkifli, Wakil Pemimpin Redaksi Detik.com Elvan Dany Sutrisno, dan Kepala Peliputan CNN Indonesia Revolusi Riza.

Teguh menambahkan, ketika Jokowi memilih Ma’ruf Amin dan Prabowo memilih Sandiaga Uno, maka anggapan bahwa keputusan itu didasarkan pada politik identitas jadi kembali menebal.

Teguh mengingatkan bahwa media memiliki tanggung jawab untuk menawarkan frame yang lain, yang lebih positif.

“Saya tidak punya kekhawatiran pada hubungan antara Jokowi dan Prabowo. Mereka teman lama. Mereka baik. Yang saya khawatirkan adalah kelompok pendukung, dan barangkali adalah kita-kita yang ikut membangun frame,” ujar Teguh. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya