Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Indonesia Semakin Hancur Kalau Jokowi Terpilih Lagi

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 08:58 WIB

TIDAK terasa waktu terus berjalan, berapa hari ke depan kita akan memasuki tahun 2019. Pertanyaan dibenak seluruh rakyat Indonesia adalah bagaimana nasib bangsa di 2019, apakah maju atau akan semakin hancur?

Untuk menjawab itu kita perlu perenungan mendalam perjalanan bangsa ini sejak dipimpin oleh Joko Widodo yang dilantik menjadi Presiden pada tanggal 20 Oktober 2014.

Tentu sebagai relawan Jokowi 2014, kami paham betul bagaimana kondisi negeri ini selama Jokowi menjadi Presiden. Sebab rujukan kami dalam menilai memiliki tolak ukur yaitu Nawacita. Dalam kajian kami selama ini Nawacita tidak ada yang dilaksanakan. Nawacita hilang entah dimana. Yang terjadi saat ini adalah kehancuran bangsa.


Ini dapat kita buktikan bagaimana kondisi negara ini di bidang ekonomi, politik, sosial, hukum dan budaya.

Pertama, dalam bidang ekonomi terbukti pertumbuhan ekonomi hanya 4 persen padahal janji dalam Pilpres 2014 adalah 7 persen bahkan utang negara makin terus bertambah setiap hari.

Kedua, dalam bidang politik telah terjadi kehancuran sendi-sendi demokrasi, apalagi pasca perintah langsung Jokowi kepada relawannya untuk melakukan kekerasan. Sejak Indonesia merdeka, baru Jokowi lah Presiden yang menyeruhkan kekerasan kepada pengikutnya.

Ketiga, dalam bidang sosial telah terjadinya perpecahan sosial, seperti tenaga kerja asing (TKA) dari China mendapat fasilitas pekerjaan yang luas, sedangkan anak muda di dalam negeri banyak menjadi pengangguran karena sempitnya peluang pekerjaan.

Bahkan yang membuat terkejut, Jokowi ingin membenturkan ormas Islam terbesar di negeri ini yaitu NU dan Muhammadiyah dalam kasus kebijakan lima hari sekolah, sebab Jokowi yang perintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan itu, tetapi begitu NU menolak, langsung Jokowi cuci tangan bahkan menyalahkan menterinya yang notabene dari Muhammadiyah.

Keempat, dalam bidang hukum telah terjadi penegakan hukum pilih kasih, bila yang melakukan pelanggaran hukum pihak oposisi maka kepolisian akan segera memproses bahkan menangkap pelakunya tetapi bila yang melakukan itu pihak pendukung Jokowi, maka polisi tidak pernah memprosesnya.

Kelima, dalam bidang budaya, baru di pemerintahan Jokowi "lesbian, gay, biseksual dan transgender" (LGBT) secara terang-terangan berani menunjukan diri bahkan sampai melakukan kontes kecantikan, padahal rakyat Indonesia mempunyai nilai budaya yang tinggi dimana sangat membenci LGBT tersebut.

Dari tulisan singkat ini dapat kita simpulkan bahwa Jokowi menjadi Presiden telah terjadi kehancuran bangsa, apakah Presiden seperti ini akan terus kita pertahankan untuk berkuasa 2019? Silahkan rakyat Indonesia menjawab dengan menggunakan hati paling dalam. Sebab hati adalah suci dan bersih. [***]

Amirullah Hidayat
Koordinator Pusat Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa).

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya