Berita

Didi Soekarno mengenakan peci hitam/RMOL

ROAD TO SENAYAN

Mahardika Suprapto: Karena Cita-cita Bung Karno Diselewengkan

KAMIS, 27 DESEMBER 2018 | 21:09 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Darah politik mengalir deras di tubuh M. Mahardika Suprapto. Cucu Presiden Sukarno dan putra bungsu tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri ini tidak bisa meninggalkan dunia politik.

Tahun 2014 lalu, Mahardika yang kerap disapa Didi Soekarno mengikuti pemilihan anggota legislatif, dan berhasil duduk sebagai anggota Komisi X DPR RI.

“Lima tahun terakhir ini saya semakin menyadari bahwa kita masih harus bekerja keras untuk mewujudkan janji-janji kemerdekaan. Sudah menjadi kewajiban kita melanjutkan perjuangan Founding Fathers,” ujarnya kepada redaksi.


Didi Soekarno kembali ikut dalam kontestasi pemilihan anggota legislatif bulan April 2019 mendatang. Seperti lima tahun lalu, dia masih berlaga di daerah pemilihan yang sama, yakni Jawa Timur VI yang meliputi Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, dan Kabupaten Tulungagung.

Tetapi dalam kontestasi kali ini ada yang berbeda dibandingkan dengan pengalaman lima tahun lalu.

Pertama, Didi Soekarno yang sekarang tentu lebih matang dalam berpolitik dibandingkan lima tahun yang lalu. Kedua, tekadnya untuk bekerja bagi kemajuan bangsa pun semakin kuat.

“Saya prihatin karena sudah 20 tahun reformasi, tetapi bangsa kita masih harus bergelut menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar di akar rumput. Masih banyak rakyat kita yang hidup susah. Salah besar kalau kita terus membiarkan hal seperti ini terjadi,” katanya.

Hal terakhir yang berbeda adalah kendaraan politik yang kini mengantarkannya ke arena kontetasi.

Bila lima tahun lalu Didi Soekarno bersama Partai Nasdem, dalam Pemilu 2019 ia mencalonkan diri dari Partai Gerindra.

Ia memutuskan bergabung dengan partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini  beberapa waktu lalu. Di mata Didi Soekarno, Partai Gerindra lebih bisa dipercaya dan diandalkan dalam mewujudkan janji kemerdekaan yang ikut dituliskan kakeknya, Bung Karno.

“Sudah saatnya kita bekerja keras mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang adil, makmur, bermartabat. Negara harus benar-benar bisa menjamin kehidupan yang rukun antar warganegara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan ras. Tentu saja, semua upaya itu didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945,” urainya.

Dia berterus terang merasa kecewa karena Tri Sakti yang diajarkan Bung Karno lebih banyak diselewengkan penguasa. Rakyat, katanya, dininabobokan oleh jargon trisakti yang kerap didengung-dengungkan penguasa. Tetapi para praktiknya, perlindungan yang dirasakan rakyat sangat minim.


“Ajaran Tri Sakti bertentangan secara diameteral dengan ideologi neoliberalisme yang kini dianut oleh elit berkuasa di negara kita. Kita tidak berdaulat di bidang politik, tidak berdikari di bidang ekonomi, kepribadian bangsa kita pun semakin terkikis,” sambung Didi Soekarno lagi.

Didi Soekarno mengatakan, tadinya dia menaruh harapan besar pada jargon Nawacita yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo, apalagi sering disebutkan bahwa jargon itu dijiwai oleh ajaran Tri Sakti Bung Karno. 

Tetapi semakin lama dirinya sadar bahwa Nawacita juga hanya jargon yang digunakan sebagai “merek dagang” semata.

Pada praktiknya yang terjadi bukanlah “pembangunan Indonesia”, melainkan “pembangunan di Indonesia” yang menempatkan pihak asing sebagai aktor utama yang mendapatkan keuntungan terbesar, dan rakyat bumiputera tidak bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

“Masih sangat banyak saudara kita, sesame anak bangsa yang hidupnya belum beruntung. Dan semua ini ada kaitannya dengan penyelewengan terhadap ajaran Bung Karno,” demikian Didi Soekarno. [jto]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya