Berita

Komplek Al Aqsa/Net

Dunia

Arab Saudi Terus Prioritaskan Kemerdekaan Palestina

KAMIS, 27 DESEMBER 2018 | 14:52 WIB | LAPORAN:

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud memastikan terus berjuang untuk Masjidil Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

"Sejak masa pendiri kerajaan yaitu Raja Abdulaziz hingga raja-raja berikutnya dan sampai saat ini di masa kepemimpinan Pelayan Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, Kerajaan Arab Saudi menegaskan bahwa isu Palestina merupakan isu prioritas baginya. Dan menjadikan Masjidil Aqsa dan isu Palestina sebagai tanggung jawab yang harus ditunaikan kewajibannya," papar Kepala Kantor Divisi Media Kedutaan Arab Saudi Ahmad Suryana melalui keterangan tertulis, Kamis (27/12).

Menurutnya, Arab Saudi tidak pernah lemah, bosan ataupun pelit mengerahkan segala upaya untuk menghapus kezaliman dan penindasan yang menimpa rakyat Palestina dalam menjaga kemuliaan Masjidil Aqsa.


"Pelayan Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz senantiasa berada di barisan terdepan para pendukung isu Palestina dan bangsa tersebut dalam meraih hak-hak mereka. Terutama dalam meraih hak untuk menjadi sebuah negara yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," jelas Suryana.

Dengan hal itu, Raja Salman menginstruksikan untuk menjaga kontinuitas komite rakyat di Saudi dalam menjalankan misi amal guna mendukung ketegaran rakyat Palestina.

"Beliau juga menekankan pentingnya restorasi persatuan nasional Palestina yang merupakan syarat dalam mewujudkan tujuan bangsa Palestina yang sah dan penuh keadilan. Serta menegaskan pentingnya kepemimpinan yang bersatu di bawah institusi yang sah secara hukum demi kebaikan rakyat Palestina," lanjut Suryana.

Selain itu, Raja Salman juga menekankan pentingnya menghindarkan bangsa Palestina dari isu-isu ketegangan politik, baik di kawasan maupun internasional yang dapat melumpuhkan upaya dalam meraih hak-hak mereka yang sah dan berkeadilan.

"Pelayan Dua Masjid Suci mengajak masyarakat internasional untuk berdiri bersama melawan kejahatan Israel dan pelanggarannya atas hukum dan konvensi internasional. Serta penyerangan terhadap wilayah kedaulatan Palestina yang terjajah, termasuk didalamnya Kota Yerusalem dan situs-situs suci umat muslim yang lainnya," demikian Suryana. [wah] 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya