Berita

Foto: Net

Publika

KRL Premium Adalah Sebuah Kemunduran Dalam Layanan KRL Jabodetabek.

MINGGU, 23 DESEMBER 2018 | 18:29 WIB

DALAM keterangannya kepada pers, Kamis 20 Desember 2018 lalu PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menginformasikan berencana mengoperasikan kereta rel listrik (KRL) premium di Jabodetabek di pertengahan 2019 mendatang.

KRL premium memiliki tingkat kenyamanan lebih baik dibanding KRL reguler. Selain itu KRL premium akan difasilitasi tempat duduk yang memenuhi seluruh rangkaian kereta dan dilengkapi koneksi internet gratis.

Sementara rangkaian KRL reguler memiliki tempat duduk yang terbatas, tanpa koneksi internet di dalam kereta. Tarif KRL premium jauh lebih mahal dibanding KRL reguler.
Penumpang  KRL reguler membayar Rp 3.000 untuk 1 hingga 25 km pertama, sedangkan tarif KRL premum direncanakan maksimal Rp 20.000. Alasan pengoperasian KRL Premium ini karena di KRL reguler sering terjadi penumpukan penumpang ketika jam sibuk.

Penumpang  KRL reguler membayar Rp 3.000 untuk 1 hingga 25 km pertama, sedangkan tarif KRL premum direncanakan maksimal Rp 20.000. Alasan pengoperasian KRL Premium ini karena di KRL reguler sering terjadi penumpukan penumpang ketika jam sibuk.
Penumpang KRL premium nantinya dibatasi sehingga tidak terjadi kepadatan penumpang di dalam kereta dan hanya  berhenti di sejumlah stasiun tertentu, atau tidak di setiap stasiun sehingga perjalanan kereta akan lebih cepat.

Pelayanan KRL Jabodetabek setidaknya sudah 6 tahun ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Jauh dahulu kala layanan KRL sangat tidak manusiawi hingga ke atap kereta dan tidak nyaman.

Sekarang ini sudah jauh lebih baik walaupun memang masih ada beberapa sisi pelayanan yang perlu ditingkatkan bagi akses dan tambahan kenyamanan bagi penggunanya. Misalnya ya saja tingkat kepadatan saat jam sibuk, jadwal perjalanan yang masih terjadi keterlambatan, rute perjalanan yang masih kurang efisien serta akses dengan moda angkutan massal lainnya di Jabodetabek.

Sebenarnya sisi kekurangan ini yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan bagi pemenuhan kenyamanan serta akses bagi pengguna KRL. Bukannya justru membuat model layanan KRL Premium seperti yang diwacanakan.

Rencana pembuatan layanan KRL Premium menurut hemat kami adalah sebuah kemunduran dalam membangun layanan angkutan umum massal di Jabodetabek. KRL Premium adalah kemunduran  karena harganya lebih mahal dan terkesan hanya mengejar uang keuntungan. Peningkatan layanan KRL adalah sebuah keharusan bukan dijadikan alasan menaikan  tarif layanan dengan menjual KRL Premium. Penambahan KRL baru ini hanya akal-akalan untuk menaikan tarif KRL.

Penambahan KRL Premium akan lebih merusak layanan KRL regular yang sudah karena terhambat peranannya oleh penambahan KRL Premium. Saat ini masyarakat pengguna KRL Jabodetabek sudah banyak dan meningkat terus pertumbuhan angkanya.

Boleh dibilang  yang berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi ke layanan KRL Jabodetabek terus bertambah jumlahnya. Masyarakat pengguna KRL Jabodetabek saat ini lebih membutuhkan peningkatan layanan yang sudah ada bukan KRL Premium baru dengan harga lebih mahal.

Layanan angkutan umum massal di perkotaan yang diberikan KRL Jabodetabek sudah tepat dengan model layanan kelas ekonomi AC seperti KRL yang sekarang. Jadi yang harus dilakukan oleh PT KCI saat ini pemenuhan kebutuhan pengguna KRL Jabodetabek agar layanannya lebih nyaman tidak penuh sesama dan akses rute perjalanan yang efisien juga tidak sering terlambat.

Peningkatan perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke KRL bisa terjadi jika peningkatan layanan di atas  dilakukan. Sehingga angka pengguna KRL saat ini sekitar 1 juta orang per hari akan bertambah dengan layanan  yang  lebih baik.

Jika saja pengelola PT KCI bisa meningkatkan akses dan kenyamanan lagi maka akan menambahkan minat penggunaan KRL di kemudian hari. Seharusnya PT KCJ memfasilitasi peningkatan animo perpindahan penggunaan KRL saat ini.

Peningkatan dapat dilakukan dengan  membangun  layanan yang lebih akses, lebih nyaman serta menyiapkan peningkatan penggunaan KRL ke depannya. Tugas PT KCI adalah meningkatkan angka pengguna dan pelayanan KRL Jabodetabek. Tugas PT KCI yang utama bukanlah mencari keuntungan besar dari pelayanan publik yang dilakukannya. [***]

Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya