Berita

Warga Panjang, Bandarlampung Panik/RMOLLampung

Nusantara

TSUNAMI SELAT SUNDA

Twit Soal Gelombang Laut di Banten dan Lampung Dihapus, BMKG Pastikan Yang Terjadi Adalah Tsunami

MINGGU, 23 DESEMBER 2018 | 02:07 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghapus kicauan twitter @infoBMKG yang menyatakan soal kenaikan air laut di Pantai Carita, Anyer, Banten, bukan tsunami. Menurut BMKG, yang terjadi adalah gelombang air laut pasang akibat fenomena bulan purnama.

Kicauan informasi yang dipancarkan melalui akun @infoBMKG menyampaikan kenaikan air laut di Pantai Carita, Anyer, Banten, bukanlah tsunami. Menurut BMKG, yang terjadi adalah gelombang air laut pasang akibat fenomena bulan purnama.

Baca: Warga Banten Dan Lampung Panik


"Tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang. Terlebih malam ini ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi. Tetap tenang," kicau akun tersebut.

Kicauan BMKG tersebut kemudian hilang dari twittland  @infoBMKG pada pukul 01.08 WIB, Minggu (23/12) dini hari.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/12) menegaskan bahwa naiknya air laut ke sejumlah kawasan pantai di Banten dan Lampung adalah tsunami.

"Mencermati peristiwa tsunami di Pantai Barat Provinsi Banten pada tanggal 22 Desember 2018, malam hari sekitar pukul 21.27 WIB maka Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan hal tersebut tsunami," Rahmat Triyono.

Menurut Rahmat, diduga tsunami yang terjadi akibat aktiftas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Berdasarkan analisis sinyal seismik tidak didapatkan adanya rekaman gempabumi pada waktu yang berdekatan dengan waktu terjadinya tsunami di sekitar Banten dan Lampung," tuturnya. [yls]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya