Berita

Publika

Jokowi Melawan Bangku Kosong

MINGGU, 23 DESEMBER 2018 | 00:01 WIB

KABAR dari Kota Kendari di belahan Tenggara Pulau Sulawesi ini bikin ngenes. Deklarasi relawan Jokowi-Ma’ruf  sepi. Saya jadi teringat lagu lama milik Chandra Darusman judulnya “Indahnya Sepi.” Nyesek tapi indah.

Acara yang digelar di sebuah hotel itu benar-benar sepi. Wartawan melaporkan, dari 200 kursi yang tersedia hanya 30 kursi yang terisi. Acara yang digagas DPW PDIP itu sudah molor 6 jam dari jadwal semula, tetap aja tak ada yang datang. Pada kemane aje?

Sebenernya mereka gak perlu kaget. Namanya juga relawan. Yang rela hadir. Yang gak rela, gak perlu hadir. Mereka juga gak perlu kecil hati. Mereka kan bukan Jokowi dan juga bukan Ma’ruf.


Beberapa deklarasi yang dihadiri Jokowi aja banyak yang sepi. Apalagi cuma dibuat oleh relawan. Gak perlu baper. Di Aceh saja Jokowi terpaksa batal hadir, karena relawan yang datang sedikit. Di Pekanbaru bangku tersedia banyak yang kosong. Saat itu Jokowi mendapat gelar dari Lembaga Adat Melayu.

Sewaktu mau meresmikan sebuah kegiatan di Balai Kartini, Jakarta  Paspampres terpaksa menyingkirkan kursi-kursi karena pengunjung yang datang sepi. Semua panitia, bahkan penjaga stand diminta duduk, ruangan juga tetap kosong.

Fenomena apa ya ini kira-kira. Mau ngomong terus terang, kok rasanya gak enak. Nanti dikira menghina presiden.  Jokowi kelihatannya menghadapi ancaman musuh yang tidak terlihat. Musuh itu bernama bangku kosong.

Jokowi agak terhibur ketika hari ini (Sabtu, 22 Des) berkunjung ke Makassar. Gedung tempat pertemuan lumayan penuh. Tapi ternyata mereka datang untuk berebut nasi kotak.

Ihwal ramenya kunjungan Jokowi ke Makassar ini ternyata ada cerita di balik layarnya. Jusuf Kalla terpaksa turun tangan untuk menyelamatkan muka Jokowi. JK menyebar undangan yang cukup banyak dan mengerahkan jaringan melakukan mobilisasi massa. Sangat jarang JK buat acara harus susah payah menyebar undangan. Biasanya  cukup woro-woro,  warga akan datang.

Jokowi senang, karena massa berjubel. Tapi dia pasti bakal mengerutkan kening andai saja  tahu jumlah massa yang datang, jumlahnya  tidak lebih banyak dibanding ketika Rocky Gerung datang ke Makassar beberapa hari sebelumnya.
Rocky boleh berbangga dalam jumlah massa, dia sudah 11-12 dengan Jokowi.
Untung ada JK, kalau tidak Paspampres harus bekerja keras menyingkirkan bangku kosong. Kali ini bangkunya cukup banyak. Capek juga.
 
Ngomong-ngomong sebenarnya tugas Paspampres ini apa ya? Mengamankan Presiden, atau mengamankan Jokowi dari ancaman bangku kosong. [***]

Nasruddin Djoha
Pemerhati Ruang Publik

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya