Berita

Markus Yenu/RMOL

Pertahanan

NRFPB Tidak Setuju Cara Kekerasan Di Nduga

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 08:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Penyerangan kelompok separatis bersenjata terhadap belasan pekerja proyek PT Istaka Karya di Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Papua menuai keprihatinan Gubernur Jenderal Negara Republik Federal Papua Barat NRFPB, Markus Yenu.

Markus mengatakan, cara kekerasan yang ditunjukkan kelompok separatis di Papua itu justru mencoreng upaya perdamaian dengan pemerintah Indonesia.

"Kami sebenarnya mau yang sedang saya laksanakan (berdialog) dan itu perintah Benny Wenda (pendiri United Liberation Movement for West Papua) dan Jacob Rumbiak," tuturnya kepada Kantor Berita Politik RMOL di Manokwari, Papua Barat, Rabu (12/12).


Markus memastikan, seluruh gerakan separatis yang ada di Papua maupun Papua Barat lebih memilih jalur diplomasi di bawah satu komando, yakni Beny dan Jacob.

Ia curiga ada penyusup di balik penyerangan yang terjadi di Distrik Yigi dan Mbua.

"Itu ada kelompok-kelompok pergerakan Papua yang disusupi oleh orang yang tidak mau Papua nyaman," tegas Markus.

Disinggung tentang Panglima Daerah Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Makodap III Ndugama Egianus Kagoya yang mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan di Nduga, Markus mengaku belum mengenalnya.

"Situasi ini di luar agenda kita. Situasi ini menjelang Pemilukada, kita tidak terlibat bagian itu. Karena kita menginginkan ada sebuah proses damai," imbuhnya.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya