Berita

Markus Yenu/RMOL

Pertahanan

Pentolan NRFPB: Jokowi Datang Konflik Terjadi

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 06:43 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Gubernur Jenderal Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB), Markus Yenu meminta pemerintah pusat di Jakarta membuka diri untuk berdialog dengan mereka.

"Yang kita inginkan Jakarta membuka diri untuk bertemu dengan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang diketuai oleh Benny Wenda," kata Markus berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Manokwari, Papua Barat, Rabu (12/12).

Menurut dia, Jokowi belum mampu memberikan solusi atas segala konflik di tanah Papua. Ketika datang hanya membangun jalan, jembatan, bandara dan memekarkan kabupaten baru, namun tidak memperhatikan suara orang-orang Papua.


"Simpel saja, Jakarta buka diri, kita duduk sama-sama, persoalan selesai, "ujarnya.

Ia pun mengibaratkan Jokowi seperti kucing bencana. "Datang pulang terjadi konflik, seperti kucing bencana," ucapnya.

Pola yang diterapkan Jokowi selama ini dinilainya tidak tepat untuk mengetahui keinginan Papua sebenarnya.

"Ini kan ibarat rumah yang sedang terbakar, namun yang dipadamkan justru rumah yang tidak terbakar," ujarnya.

Seharusnya, kata dia lagi, Jokowi ketika datang Papua menemui tokoh-tokoh yang dianggap ataupun mewakili gerakan separatis, bukan justru hanya pejabat daerah seperti gubernur atau bupati.

"Omong kosong saja," imbuhnya.

Para pejabat daerah itu hanya bisa meminta uang dengan alasan membangun Papua. "Papua mana yang ingin dibangun," cetusnya. [wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya