Berita

Kombes Pol Tatang/RMOL

Pertahanan

Gerakan Separatis Di Papua Barat Tidak Seekstrim Di Papua

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 10:31 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua berbeda dengan di Papua Barat.

Wakapolda Papua Barat, Kombes Tatang mengatakan, perbedaan dua kelompok ini sangat mencolok.

"Di sini (Papua Barat) ada NRFPB  (Negara Republik Federal Papua Barat), tapi mereka tidak seperti di Papua punya senjata," kata Tatang di Mapolda Papua Barat, Jalan Trikora Maripi, Distrik Andai, Manokwari, Papua Barat, Selasa (11/12).


Selain tidak memiliki senjata, pola gerakan NRFPB juga berbeda dengan kelompok bersenjata di Papua yang lebih mengutamakan kekerasan seperti terjadi beberapa pekan lalu di mana 19 pekerja proyek Istaka Karya dibantai bersama seorang prajurit TNI.

"Mereka (NRFPB) hanya melakukan orasi dan bermain di sosial media," jelas Tatang.

Tatang menilai NRFB tidak seekstrim kelompok bersenjata di Papua. Sehingga pendekatannya mengedepankan dialog diiringi kegiatan-kegiatan positif.

“Seperti contoh kegiatan 1 Desember (HUT OPM) kemarin, boleh berunjuk rasa dan melakukan kegiatan, tapi tidak boleh melakukan kegiatan-kegiatan yang merusak NKRI,” ujarnya. [wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya