Berita

Foto: RMOL

Dunia

Diskusi Panel IORA, Indonesia Ingatkan Jakarta Concord

JUMAT, 07 DESEMBER 2018 | 12:28 WIB | LAPORAN:

Diskusi panel tingkat tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) mengisi hari terakhir rangkaian acara Bali Democracy Forum (BDF) ke XI di di Bali Nusa Dua Conference Center (BNDCC).

"Kita baru saja tadi memulai High Level Panel untuk menerjemahkan Jakarta Concord dan Plan of Action tahun 2017-2021. Itu hasil dari Summit pertama IORA di Jakarta tahun lalu," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir usai diskusi panel dan berfoto bersama para anggota IORA di BNDCC, Jumat (7/11).

Jakarta Concord merupakan hasil pertemuan IORA di Jakarta Conference Center (JCC), pada medio Maret 2017 lalu, yang menghasilkan enam poin yaitu meneguhkan komitmen memajukan keamanan dan keselamatan maritim, meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.


Di samping itu juga memajukan pengembangan dan pengelolaan perikanan yang berkesinambungan dan bertanggung jawab, memperkuat pengelolaan risiko bencana, memperkuat kerja sama akademis dan ilmu pengetahuan serta memajukan kerja sama di bidang pariwisata dan kebudayaan.

Wamenlu Fachir melanjutkan, Indonesia juga menawarkan pengalaman sebagai negara kepulauan yang memiliki pantai.

"Semua negara IORA itu pasti punya pantai. Dan karena itu masyarakat di pantai lah yang kita jadikan utama yang mengaambil manfaat dari kerjasama ini. Tentu dengan demikian semua anggota juga mengambil manfaat," tutur Fachir.

Pertemuan Tingkat Tinggi IORA ini dihadiri delegasi dari 20 negara anggota yakni, Australia, Bangladesh, Cina, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Iran, Madagascar, Malaysia, Mauritius, Seychelles, Singapuea, Somalia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Sri Lanka, Tanzania, Thailand dan Amerika Serikat. Total ada 20 negara anggota IORA.

Hadir juga representatif dari Asia Pasific Economic Cooperation (APEC), Pasific Island Forum (PIF) dan Melanesian Spearhead Group (MSG).

IORA merupakan forum regional yang bersifat tripartit dan menghimpun perwakilan dari negara, bisnis, dan akademia, untuk mempromosikan kerja sama dan interaksi erat guna memperkuat kerja sama ekonomi, khususnya memfasilitasi investasi, promosi, dan pembangunan sosial di kawasan. [wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya