Berita

Ketua Umum Nasional Corruption Wacth (NCW), Syaiful Nazar.

Nusantara

NCW Heran Terdakwa Penipuan Rp 3 Miliar Tak Ditahan

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 15:28 WIB

Wajah Pengadilan Negeri di Tanah Air kembali tercoreng. Pasca KPK melakukan operasi  tangkap tangan (OTT) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, indikasi serupa juga terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Hal ini diungkap oleh Ketua Umum Nasional Corruption Wacth (NCW), Syaiful Nazar saat jumpa pers, di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (4/11).

Salah satu kasusnya adalah perkara penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 3 miliar dengan terdakwa Deby Laksmi Dewi yang saat ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.


Parahnya, terdakwa hingga saat ini tidak juga ditahan oleh Jaksa PN Jakut. Padahal, menurut Syaiful, terdakwa saat ini masih menjalani hukum percobaan atas kasus perzinahan.

"Sebelum kasus penipuan dan penggelapan, yakni pasal 372 dan 378, terdakwa tengah menjalani hukuman kasus perzinahan yaitu pasal 284. Seharusnya selama menjalani hukuman masa percobaan, terdakwa tidak boleh melakukan pelanggaran hukum lagi. Jika itu dilanggar, terdakwa seharusnya dipenjara. Nah yang jadi pertanyaan, kenapa terdakwa sampai saat ini masih bebas," ucap Syaiful saat menggelar jumper pers di bilangan Jakarta Selatan.

Selain itu, Dewan Pakar NCW Ismail Ibrahim mengatakan, kejanggalan lain adalah mengenai hakim yang menangani perkara kedua, penipuan dan penggelapan, ditangani oleh hakim yang sama dengan kasus pertama, yakni perzinahan. "Ini kan aneh. Kok hakim yang menangani hal ini sama," kata Ismail.

Untuk itu, NCW akan melayangkan permohonan pengawasan persidangan kepada Ketua Komisi Yudisial hingga Ketua Mahkamah Agung.

"Kami menduga adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh oknum hakim Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang sedang menangani perkara pidana dengan terdakwa Debi Laksmi Dewi yang didakwa melakukan perbuatan pidana penggelapan dan penipuan uang sebanyak Rp 3 Millar terhadap Adi Putra Prajitna sebagai korban," ucapnya.

Sekedar Informasi, Deby Laksmi Dewi dilaporkan karena menggelapkan uang hasil penjualan 3 kontainer daging kerbau impor beku yang dibelinya dari Bulog seharga Rp 3.05 M. Korban, Adi Putra Prajitna yang merasa dirugikan minta perlindungan hukum ke Jaksa Agung, yang dalam suratnya tertanggal 15 Agustus.

Perusahaan tempat korban bekerja menitipkan 3 kontainer daging tersebut setelah Deby merengek ingin menjadi distributor daging kerbau itu dan hasil penjualannya akan diserahkan ke perusahaan tempat Amanda.

Setelah laku semua hanya sebagian uang penjualan diserahkan sisanya lebih dari Rp 3 M. Namun Deby tidak mau menyerahkan dengan alasan orang yang mengambil daging ke tersangka tidak ada yang bayar.

Karena jalan musyawarah tidak membuahkan hasil, Deby dilaporkan ke Polres Jakarta Utara, dengan LP/1282/K/XI/2017/PMJ Resju tanggal 6 Nopember 2017, dengan sangkaan Pasal 372 Jo. Pasal 378 KUHP, dan langsung ditetapkan menjadi tersangka serta ditahan selama 20 hari.

Pihak kepolisian melimpahkan kasus Deby Laksmi Dewi ke Kejaksaan Jakarta Utara, namun di kejaksaan tersangka tidak ditahan alias menjadi tahanan Kota wajib lapor. [rry]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya