Berita

Fahira Idris/Net

Nusantara

Reuni 212 Adalah Pengingat, Peneguh dan Pengokoh

MINGGU, 02 DESEMBER 2018 | 06:52 WIB | LAPORAN:

Aksi Damai Bela Islam yang berlangsung dua tahun lalu, tepatnya 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan Aksi 212 sudah menjadi hari bersejarah bagi sebagian besar umat Islam Indonesia.

Saat itu diperkirakan 7 juta orang berkumpul, bersilaturrahim, meminta keadilan ditegakkan dan menguatkan komitmen bahwa umat Islam menjadi yang terdepan menjaga kerukunan antarumat beragama dengan prinsip saling menghargai dan menghormati.
Alumni 212 yang juga anggota DPD RI Fahira Idris menuturkan, kesadaran pentingnya ukhuwah umat dan kecintaan terhadap NKRI membuncah saat dan pasca Aksi 212. Umat Islam tidak ingin hanya dipandang sebagai kerumunan tetapi mulai bertransformasi menjadi barisan dan gerakan yang menyebar kabaikan dan manfaat. Terutama pasca 212, berbagai inisiatif pemberdayaan umat lahir dan berkembang. Salah satunya Koperasi 212.

"Setiap tahun, kita akan menggelar Reuni 212 ini sebagai pengingat, peneguh dan pengokoh," tegas Fahira.

"Setiap tahun, kita akan menggelar Reuni 212 ini sebagai pengingat, peneguh dan pengokoh," tegas Fahira.

Pengingat bahwa ukhuwah adalah kekuatan untuk menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan.

Peneguh hati bahwa saat ini umat Islam Indonesia sedang berjuang mengubah energi kerumunan menuju energi kekuatan untuk kemuliaan umat dan bangsa.
"Pengokoh hati, bahwa kita umat Islam adalah barisan yang menyebar manfaat bagi bangsa," terang Fahira di sela-sela Reuni Akbar 212, di Monas, Jakarta (2/12).
Menurut Fahira, Aksi 212 mempunyai dampak yang luar biasa bagi sebagian besar umat muslim di Indonesia dalam melihat pentingnya persatuan umat dalam bingkai NKRI. Aksi 212 telah menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan umat Islam untuk menjaga NKRI.

Apapun mazhab dan organisasinya, lanjut Fahira, Aksi 212 telah menyatukan persepsi dan hati sebagian besar umat Islam untuk mengubah energi kerumunan menuju energi kekuatan di berbagai bidang terutama ekonomi dan sosial.

"Pasca 212, berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat lahir, tumbuh, dan menyebar manfaat bagi kemajuan umat dan bangsa. Spirit inilah yang hendak kita jaga dan lestarikan lewat Reuni 212," pungkas senator Jakarta ini. [wid]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya