Berita

Prabowo dan Lee Shien Loong/Net

Politik

Manuver Lee Shien Loong

KAMIS, 29 NOVEMBER 2018 | 09:19 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

SETIAP hari, Surveyor Denny JA produksi meme. Pagi ini sudah dua meme dia sebar. Soal ganti-presiden, dia berkata, "Kecil Kemungkinannya. Kecuali ekonomi turun drastis atau Jokowi-Maruf membuat blunder besar".

Sebelumnya, saya baca risalah pengamat briliant Harsubeno Arief dari PKS.

Dia yakin Singapura beri sinyal positif pergantian rezim. Pasca pertemuan Pa Prabowo dengan PM Lee Shien Loong dan 500 CEO Global.


Memang, dilihat dari kacamata politik, manuver PM Lee agak keterlaluan. Berani sekali. Pertemuan dengan pemimpin oposisi bisa menegangkan hubungan bilateral.

Pertemuan macam ini ga beda dengan Presiden Bush 43 mengundang HH Dalai Lama Ke Washington yang membuat marah Beijing.

Namun, menurut Presiden Franklin D. Roosevelt, "In politics, nothing happens by accident. If it happens, you can bet it was planned that way."

Sulit dibayangkan Singapore bertindak seperti ini di era Pa Harto dan PM Lee Kuan Yew berkuasa. Today, Indonesia berada di titik nadir dalam sejarahnya.

Singapore berkepentingan atas stabilitas Indonesia. Berdasarkan teori "Regional security complex theory (RSCT)" yang dirilis Barry Buzan dan Ole Waever pada tahun 2003, semua negara ASEAN berkepentingan satu sama lain.

Politik kontroversi Joko diperhatikan semua negara. Intel-intel mereka, and their best brains, mengamati Indonesia 24 jam sehari.

Joko's offensive Tactic "all-out charm" hanya sanggup membiaskan persepsi rakyat di gunung-gunung dan hutan yang jauh dari akses informasi.

Dunia tau, Ahok's gate di era Joko triger aksi massa jutaan mujahid menuntut keadilan. Ahok is very bad for business. Survei Denny JA hanya untuk konsumsi domestik. World leaders won't buy LSI survey results.

Joko-office's Image as a Competitive Strategy is very bad.

Pastinya, Mr Lee tau Rezim Jokowi bersifat "Collective collegial" atau dalam bahasa Komunis Rusia disebut "kollektivnoye rukovodstvo".

Di China, Deng Xiao Ping memulai sistem ini. Jiang Zemin mengukuhkan diri sebagai figur "first among equals". Mr Xi Jin Ping menganulir sistem kolegial dengan menghapus pembatasan masa jabatannya.

Collective collegial diadopsi partai-partai ecosocialist macam Green Party of England and Wales.

Nah, di balik Rezim Joko ada semacam pseudo "kollektivnoye rukovodstvo" itu. Sekali pun prinsip dan interestnya beda.

Megawati Sukarnoputri berperan sebagai "Primus inter pares" di antara JK, LBP, Hendro, Wir, Imin, Paloh, Romi dan Grace Natalie.

Pemerintahan semacam ini tidak efektif dan efisien. Kegaduhan dan divided nation output-nya.

Awalnya, dunia melirik "Booming-Jokowi". Seorang politisi baru yang sederhana, masuk got dan tidak terlibat hutang sejarah.

Setelah empat tahun berkuasa, selain Ahok chaotic dispute, ekonomi merayap seperti keong sawah yang dianjurkan dimakan oleh seorang menteri Jokowi. "Korupsi seperti kanker stadium 4," kata Pa Prabowo.

Solusi "injected-Islamophobia" mengkuatirkan. Strategy itu dijalankan di tengah masyarakat mayoritas muslim. That's very dangerous.

Salah langkah sedikit, kejadian tahun 65 atau 98 bisa terulang. Negara ASEAN kena imbasnya. Wajar bila mereka berkata, "Joko, that's enough". [***]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya