Berita

Para tersangka/RMOL Jabar

Nusantara

Komplotan Rampok Spesialis Pecah Kaca Lintas Propinsi Dibekuk

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 12:42 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi menangkap delapan orang dari sejumlah lokasi. Mereka adalah komplotan perampok spesialis pecah kaca mobil yang beroperasi lintas provinsi dan kerap menyasar nasabah bank.

"Berhasil kami amankan komplotan pencuri spesialis pecah kaca, dua korban terakhir di wilayah hukum Polres Cimahi. Komplotan ini berhasil mendapat Rp500 juta dan Rp250 juta," ungkap Kapolres, Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, Selasa (27/11).

Para tersangka berinisial DH, VA, TA, AA, NA, BA, AS dan AM. Mereka ditangkap dari beberapa lokasi berbeda seperti Soreang, Majalaya, Rancaekek dan Bandung Barat.


Adapun dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Cimahi adalah di depan Rumah Makan Padang Angkasa Kp. Caringin Desa Margajaya Kec. Ngamprah dan Jl. Raya Tangkuban Parahu Kp. Cibogo Kec. Lembang.

Dari pengakuan para tersangka, mereka kerap beroperasi di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Jika mereka merasa sudah menjadi target operasi, kemudian berpindah menghilangkan jejak," kata Rusdy seperti dilansir RMOL Jabar

Ditambahkan Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra, delapan tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang memantau nasabah di dalam Bank, memepet korban dan eksekutor pelaku pencurian.

"Dua orang tersangka kami lumpuhkan karena berusaha melawan dan melarikan diri saat ditangkap," jelasnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa alat pemecah kaca, uang senilai Rp6.500.000 hasil kejahatan berikut kendaraan yang digunakan tersangka menjalankan aksinya.

Atas perbuatannya ini, komplotan ini dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. [yls]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya