Berita

La Usman/Net

Nusantara

Ketua DPRD Buton Selatan Dapat Sabu Dari Sopir

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 | 23:19 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Ketua DPRD Buton Selatan, La Usman (51), akhir pekan lalu ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Jakarta.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu diduga terlibat penyalahgunaan kasus narkoba jenis sabu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Prabowo Argo Yuwono mengatakan polisi menangkap La Usman pada Jumat (23/11) pukul 23.00 WIB di Hotel Red Planet Lantai 2 kamar 217, Jalan Samanhudi, Jakarta Pusat.


Barang bukti yang diamankan polisi adalah dua cangklong bekas pakai, yang ditemukan di kantong celana tersangka dan di kloset toilet kamar hotelnya,  tiga buah korek api gas, dan 1 unit handphone.

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika di tempat ejadian perkara (TKP). Kemudian dilakukan penangkapan dan penggeledahan.

Saat digeledah polisi menemukan sejumlah barang bukti di TKP. Berdasarkan hasil interogasi, tersangka telah memakai sabu sejak sehari sebelumnya di lokasi yang sama.

Narkotika jenis sabu itu didapatkan La Usman dari Lani, sopir yang biasa mendampingi La Usman selama di Jakarta.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, La Usman sudah dua kali mendapat barang narkotika. Lani saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pihak kepolisian telah melakukan tes awal urine dengan hasil positif.

Selain itu, telah dilakukan uji laboratoris barang bukti dan urine, darah, dan rambut di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

Hasil uji labfor menunjukkan uji barang bukti dalam cangklong (alat pakai sabu) tidak ditemukan kandungan narkotika.

Terhadap urine positif dilanjutkan dengan tes konfirmasi urine dengan alat. Selain itu, uji darah dan rambut masih dalam proses.

Pemeriksaan lanjutan terhadap La Usman berupa assesment oleh tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta Selatan.

Saat ini sedang dilakukan pengembangan ke DPO dan pelaku lainnya. [ian]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya