Berita

Scott Morrison/Net

Dunia

Australia Berencana Lucuti Kewarganegaraan Teroris

KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 | 18:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Australia mengumumkan rencana untuk melucuti kewarganegaraan dari orang-orang Australia yang dihukum karena terorisme.

Langkah pelucutan kewarganegaraan itu dilakukan untuk mengendalikan pergerakan pejuang Australia yang kembali ke rumah dari medan perang Suriah dan Irak.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pada hari Kamis (22/11), bahwa pemerintahnya menginginkan kekuatan untuk mengusir siapa pun yang dihukum karena pelanggaran teroris. Termasuk di antaranya adalah warga kelahiran asli Australia.


"Orang-orang yang melakukan aksi terorisme telah menolak sepenuhnya segala sesuatu yang diserukan negara ini," kata Morrison pada konferensi pers di Sydney, seperti dimuat Al Jazeera.

"Ini adalah sesuatu yang tidak dapat ditolerir, dan bagi mereka yang mau terlibat dalam kegiatan semacam ini, dan mereka memiliki kewarganegaraan di tempat lain, atau kita memiliki alasan untuk percaya bahwa mereka melakukannya, mereka dapat pergi," sambungnya. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya