Berita

Nusantara

Fatayat NU Memiliki Andil Besar Sukseskan Germas

KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 | 17:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengurus Pusat Fatayat NU menggelar acara orientasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Program yang bekerjasama dengan Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes ini fokus terhadap pencegahan stunting.

"Fatayat NU bergerak untuk pencegahan stunting sejak tahun 2012 lalu melakukan deklarasi Barisan Nasional Cegah Stunting yang diprakarsai oleh anggota atau kader Fatayat di berbagai level," ujar Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Margaret Alyatul Maimunah, Kamis (22/11).

Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat Kemenkes dari Ditjen Pusat Promosi Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.


Sebagai organisasi perempuan berbasis sosial keagamaan, Fatayat NU melakukan advokasi dengan banyak pihak. Dengan tokoh-tokoh lintas agama, eksekutif, legislatif, CSR dan bersama ormas-ormas lain.

"Upaya lain yang dilakukan adalah hearing dengan komisi-komisi di DPR RI. Harapannya ya mereka bisa membantu dari segi kebijakan sekaligus kepada beberapa Kementerian agar dapat disupport secara maksimal dari segi program," imbuh Margaret dalam keterangannya.

Sulawesi Selatan memasuki tahun ketiga bagi Fatayat NU Wilayah Sulsel menjadi kepanjangan tangan dari Kemenkes yang menjadi wilayah pertama yang melakukan gerakan masyarakat hidup sehat pada tahun 2016.

"Tahun 2016 menjadi organisasi perempuan pertama di Sulsel yang menjadi mitra pemerintah pusat dalam program Germas" jelas Ketua Wilayah Fatayat Sulsel, Nurul Ulfah.

Sementara itu, pejabat Kemenkes dari Ditjen Promosi Kesehatan, Bayu Aji menyatakan, selama ini Fatayat NU memiliki andil yang besar terhadap sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat.

"Karena Fatayat memiliki basis massa yang solid sampai akar rumput sehingga memudahkan kami menyadarlan masyarakat tentang germas ini," terangnya.

Angka stunting di Indonesia masih bertengger di angka 37,2 persen skala nasional. Di Sulsel beberapa kabupaten masih menduduki red zone angka stunting. Empat yang tertinggi berdasarkan hasil PSG 2017 adalah Enrekang 45.9 persen, Tana Toraja 43 persen, Toraja Utara 42,4 persen, dan Pangkep 41,9 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Bahtiar Baso mengatakan bahwa program-program prioritas untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sulsel terus digalakkan. Secara kuratif direncanakan pembangunan rumah sakit regional di beberapa titik kabupaten yang aksesnya masih sulit. Pengadaan mobil ambulans skala besar serta tunjangan biaya pendidikan bagi mahasiswa kedokteran spesialis. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya