Berita

Budi Karya/RMOL

Politik

Wujudkan Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Sudah Lakukan Langkah Lugas

KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 | 14:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Terkait dengan tragedi jatuhnya Lion Air PK-QLP di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu, berbagai langkah dan tindakan sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami sudah melakukan beberapa tindakan pertama kali yaitu dengan melakukan audit terhadap 11 pesawat jenis 737 max ya dan dari klarifikasi itu tidak dijumpai masalah. Yang kedua kami meminta direktur teknik dan beberapa tim dari Lion Air itu dinonaktifkan," kata Menhub Budi Karya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/11).

Hal itu sebagai bukti bahwa pihaknya sudah tegas dan tidak mentolerir suatu kesalahan fatal yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang.


"Berikutnya yang kami lakukan adalah melakukan rem check. Jumlah yang signifikan kami menetapkan 40 persen dari pesawat Lion Air itu direm check," tegasnya.

Selanjutanya, pihak Kemenhub juga melakukan special audit kepada Lion Air secara keseluruhan untuk memastikan agar maskapai taat pada prosedur keselamatan penerbangan.

"Special audit adalah satu bentuk audit yang dilakukan oleh direktur kelayakan yang integrasi dari pada badan anak pesawatnya, bagaimana awaknya dan bagaimana SOP-nya itu yang kita sampaikan," pungkas Menhub di sela RDP dengan Komisi V DPR. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya