Berita

Aboe Bakar Al Habsyi/RMOL

Politik

PKS: Aneh, PSI Tolak Perda Bernuasa Agama

SABTU, 17 NOVEMBER 2018 | 09:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menolak peraturan daerah (Perda) berlandaskan agama dianggap sebagai pernyataan yang tidak mengerti Pancasila terutama sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal tersebut dinyatakan oleh Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsyi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (17/11).

"Pada konteks lokal, aspek ketuhanan dari sila pertama Pancasila banyak menjadi local wisdom dalam pembentukan peraturan daerah," ujar Aboe Bakar.


Oleh karena itu sambung politisi PKS ini, akan berasa aneh jika ada pihak yang menolak Perda bernuasa syariah di Aceh, Perda bernuansa Hindu di Bali, ataupun Perda bernuansa injil di Papua.

"Karena memang Perda tersebut lahir dari norma yang hidup di masyarakat," tegasnya.

Sekarang publik pada bertanya-tanya soal sikap PSI yang terkesan anti agama dan anti Pancasila itu. Laporan kepada polisi pun sudah dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat yang resah terhadap eksistensi partai itu.

"Jika sampai seperti ini yang terjadi, pasti akan banyak yang mempertanyakan pemahamannya tentang Pancasila atau bahkan akan dipandang sebagai kelompok yang anti Pancasila," pungkas Aboe Bakar. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya