Berita

Ma'ruf Amin/Net

Politik

Sebut Jokowi Santri, Politisi PAN: Ma'ruf Amin Bohong Lagi

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 | 10:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Calon Presiden, Joko Widodo yang disebut oleh Calon Wakil Presiden-nya, Ma'ruf Amin sebagai santri merupakan bentuk pembohongan publik.

Advokat senior sekaligus caleg PAN, Eggi Sudjana menyebutkan, pembohongan ini sama saja dengan memberikan keterangan palsu kepada masyarakat.

"Tidak ada riwayat hidup Jokowi sebagai santri. Sejak Pilpres 2014 tidak pernah disebut atau ditulis riwayat tersebut, kok tahu-tahu disebut santri," ujar Eggi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/11).


Menurut dia, riwayat sebagai santri itu harus disebutkan dalam biografi hidupanya sebagai suatu kebanggaan. Namun sejak mendaftar sebagai cagub DKI 2012 dan capres 2014, tidak pernah ada keterangan tersebut tertulis di dalam riwayat hidupnya.

"Kayak saya pernah menjadi ketua umum PB HMI, itu ke mana-mana saya sebut karena itu sebagai kebanggaan saya. Kalau Jokowi itu sebagai santri, santri dimana dia?" tegasnya.

Sambung anggota Dewan Penasihat Persatuan Alumni 212 ini, masalah ini merupakan masalah serius dan polisi harus menindaklanjutinya sebagai indikasi adanya kebohongan publik.

"Memberikan keterangan palsu itu kalau tidak salah di KUHP 7 tahun penjara. Ini serius, oleh karena itu polisi juga harus memeriksa," pungkas Eggi.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin pernah mengatakan mobil Esemka bakal diluncurkan dan diproduksi besar-besaran pada bulan Oktober 2018. Namun, mobil yang digadang-gadang sebagai mobil nasional itu hingga saat ini belum juga tampak wujudnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya