Berita

Jokowi (kanan)/RMOL

Politik

Ternyata Jokowi Hanya Santri Dari Santri Ponpes Sukorejo

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 | 07:51 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Label santri belakangan kerap digunakan masing-masing kubu calon presiden dan wakil presiden. Bahkan, Joko Widodo disebut santri dan pernah belajar agama di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Sukorejo, Situbondo. Namun ihwal itu diklarifikasi oleh Wakil Pengasuh Ponpes KH Afifuddin Muhadjir.

"Yang betul itu Jokowi santrinya santri Sukorejo," kata Kiai Afif seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (14/11).

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut Jokowi pernah belajar agama di pondok pesantren di Situbondo, Jawa Timur. Ma'ruf juga mengatakan Jokowi pernah belajar agama di Ponpes didirikan KH As'ad Samsul Ali.


Menanggapi hal itu, Kiai Afif menjelaskan, Jokowi belajar mengaji dari santri dan alumni Ponpres Sukorejo.

"Jadi Jokowi itu ngaji atau nyantri kepada seorang alumni berasal dari Sukorejo. Kalau kata ‘santrinya’ dibuang maka jadi hoax. Dibuang satu kata saja sudah enggak karuan," sambungnya.

Kiai Afif lantas menceritakan proses ngaji-nya Jokowi kepada seorang ustaz bernama Mudzakir yang merupakan alumni dari Ponpes Sukerejo.

Menurutnya, Jokowi hanya menjadi salah satu jemaah dari pengajian yang rutin digelar oleh ustaz Mudzakir saat mendapatkan tugas di Solo. Sehingga bisa dipastikan Jokowi tidak pernah belajar di lingkungan Ponpes.

"Itu murid saya, namanya ustaz Mudzakir itu, asalnya Mantingan, kemudian bertugas di Solo. Setelah ada di Solo itulah dia membuka pengajian. Salah satu yang ngaji itu ya Pak Jokowi," demikian Kiai Afif. [jto]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya