Berita

Lambang Partai Demokrat/Net

Politik

Andi Arief: Pilihan Kami Sudah Final, Demokrat First!

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 | 21:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Koalisi antar partai dalam Pilpres 2019 bukan merupakan sebuah fusi atau peleburan partai. Sehingga tidak boleh ada partai yang mendikte partai lain meski berada dalam satu koalisi.

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief menjelaskan bahwa Partai Demokrat memiliki kemandirian dan tidak bisa didikte. Untuk itu, dia meminta pimpinan Partai Gerindra untuk menahan berkomentar pedas tentang sikap Demokrat di Pilpres 2019 mendatang.

“Koalisi itu bukan fusi. Partai Demokrat punya kemandirian dan tidak bisa didikte, namun komitmen koalisi tetap dijalankan,” tuturnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (13/11).


Dalam pemilu yang digelar serentak antara pileg dan pilpres, Partai Demokrat tidak bisa mengandalkan partai lain untuk menyelamatkan diri dari jerat ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Dia menerangkan bahwa Partai Demokrat dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat mungkin bisa memberikan suara bagi pasangan Prabowo-Sandi.

“Tapi sebaliknya hanya Partai Demokrat dan SBY serta kader yang bisa selamatkan suara partai,” sambung Andi.

Untuk itu, dia meminta pimpinan Gerindra untuk menghormati sikap Demokrat yang membebaskan kader dalam memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Pilihan kami sudah final. Demokrat first,” tegasnya.

“Menyelamatkan suara partai sambil memenangkan komitmen koalisi Prabowo-Sandi. Kalau suara Partai Demokrat besar, kemungkinan Prabowo Sandi menang ada,” tutup Andi. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya