Berita

Ade Reza Hariadi/RMOL

Politik

Jokowi Pupuk Bipolarisasi, Tidak Cerminkan Seorang Negarawan

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 | 19:11 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kepala negara sekaligus kepala pemerintahan merupakan sosok negarawan yang bisa membawa persatuan dan kesatuan bangsa. Bukan sebaliknya, justru mengancam persatuan dengan memupuk bipolarisasi.

Pengamat politik dari Universitas Bung Karno (UBK), Ade Reza Hariadi menilai capres petahana Joko Widodo (Jokowi) kerap memupuk bipolarisasi dengan narasi yang bukan mencerminkan seorang negarawan.

"Pak Jokowi ini kita lihat bukan hanya sebagai calon petahana yang berlaga tapi beliau juga seorang kepala negara, kepala pemerintahan yang menunjukkan levelnya sebagai sosok statesman atau negarawan," ungkap Ade kepada Kantor Berita Politik RMOL di Gedung Joang 45, Jakarta, Senin (12/11).


Dikatakan Ade, pernyataan Jokowi akhir-akhir ini kerap membuat gaduh dan semakin meruncingkan bipolarisasi. Praktis, tim pendukungnya juga ikut-ikutan untuk membenarkan pernyataan itu.

Ade juga menyebut politisi kubu penantang akhirnya terpancing dan terjebak dalam metafora negatif yang sama sekali tidak mendidik publik.

"Mereka (kedua kubu) mesti mempromote ide-ide terbaik untuk mengatasi masalah publik. Inilah yang seharusnya menjadi concern bagi tiap-tiap kubu yang menjadi fokus mereka sebagai sarana kampanye di publik," tandasnya. [lov]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya