Berita

Politik

Sebut Ikut SBY Jadi Banci, Eggi Sudjana Salah Baca

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 | 00:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak mengedepankan politik identitas dianggap tidak punya komitmen dalam memperjuangkan agama yang dianut.

Pernyataan itu dilayangkan praktisi hukum yang juga caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana.

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan bersikap santai dan tidak terpancing atas cibiran Eggi.


"Saya pastikan bukan. Eggi Sudjana salah bacanya, bukan banci. Itu soal pilihan sikap untuk menjaga negeri ini. Pak SBY tetap setia dalam pikirannya," jelas Hinca di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11).

Dia mengatakan, sejak 2014, Demokrat selalu memainkan peran sebagai partai penyeimbang di antara dua bandul. Sikap politik itu layaknya seperti Indonesia di era kepemimpinan Bung Karno ketika dunia dilanda perang dingin.

"Ada yang namanya kurva normal dalam politik. Dulu ketika ada perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet ini ada dua blok timur dan barat, maka ada yang disebut non blok," beber Hinca.

Oleh karena itu, pada 2014 Demokrat memposisikan diri untuk bersikap netral. Tapi pada 2019 nanti, partai bintang mercy masuk dalam barisan pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang juga dengan alasan untuk mengimbangi blok petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Selain juga karena petahana dianggap tidak sesuai dengan visi misi Demokrat.

"Yang baik kami bilang baik, yang buruk kami bilang buruk. Itulah sejatinya. Kalau sudah tahu buruk masak kau berpihak," tandas Hinca.

Sebelumnya, Eggi Sudjana mengomentari pernyataan SBY yang mengingatkan seluruh kader Demokrat untuk menjauhi politik berbau SARA karena hal itu sudah berlalu di Pilkada DKI 2017.

Eggi mengaku tidak setuju dengan pernyataan SBY. Menurutnya, seorang muslim tetap harus membawa identitas muslimnya dalam perjuangan politik.

"Saya tidak sependapat dengan SBY. Kalau ikuti pendapat SBY jadi banci, tidak jelas ya. Karena netral itu setan bisu dalam perspektif tauhid," papar Eggi di D'Hotel, Jakarta. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya