Berita

Lion Air PK-LQP/Net

Politik

KNKT Jangan Tutup-Tutupi Hasil Investigasi Lion Air PK-LQP

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 12:48 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

. Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP kembali membuat duka dunia penerbangan Tanah Air. Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang pada Senin (29/10) pekan lalu itu, jatuh di tanjung Karawang, Jawa Barat, sekitar 13 menit usai lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pesawat nahas dengan penumpang 187 termasuk awak pesawatnya dipastikan tidak ada yang selamat. Hingga berujung pada pemecatan terhadap beberapa petinggi Lion Air oleh Kementerian Perhubungan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan otoritas lainnya kini tengah menyelidi peristiwa yang merenggut ratusan korban tersebut. Black box pun sudah diketemukan dan diangkat dari dasar laut beserta serpihan-serpihan termasuk mesin pesawat.


Atas peristiwa itu, Masyarakat Transportasi Udara Indonesia (MTUI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini terutama kepada para keluarga korban.

"Kami yang tergabung dalam MTUI, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air Jakarta-Pangkalpinang," kata Ketua Umum MTUI, Maruli Lubis di Jakarta, Selasa (6/11).

Pihak MTUI yang banyak jebolan dari sekolah penerbang STIP Curug ini pun berharap, semua operator penerbangan di Indonesia dapat mengambil hikmah di balik musibah pesawat Lion Air itu agar kedepan tidak terulang kembali dan dijadikan pembelajaran bagi pengelolaan penerbangan Tanah Air.

Menurut Maruli, jatuhnya Lion Air PK-LQP diduga karena dua kemungkinan. Pertama, karena faktor manusia atau human error. Yang kedua, adalah karena dari masalah pesawat itu sendiri.

"Nah, kalau jatuhnya pesawat karena peralatannya, maka untuk mencari penyebabnya kita harus menunggu hasil investigasi dari KNKT," kata dia.

Namun, tegas dia, bila jatuhnya pesawat akibat keteledoran manusia alias human error, maka ini bisa diurut dari perjalanannya saat terbang dari Bali menuju ke Jakarta.

"Menurut informasi dari penumpang pesawat Lion Air PK-LQP, yang beredar pasca kejadian itu, dikatakannya bahwa pesawat sempat tertunda beberapa saat akibat kendala tekhnis hingga akhirnya bisa terbang ke Jakarta dengan selamat," ujar Maruli.

Dia menambahkan, seperti keterangan seorang penumpang, saat take off di Bali pesawat itu sempat anjlok terus naik lagi hingga berulang dan terjadi goncangan.

"Bila melihat data FlightRadar24 dan membandingkan saat take off di Bali dan take off di Bandara Soetta, kejadiannya hampir sama saat beberapa menit setelah take off pesawat anjlok terus naik lagi," jelas Maruli.

"Artinya, kerusakan pesawat antara kejadian yang di Bali dan Soekarno Hatta persis sama maka timbul pertanyaan, apakah pesawat PK-PQL ini belum dapat diatasi dengan sempurna? Tetapi pesawat sudah diizinkan kembali terbang," sambung dia.

Maruli pun meminta KNKT dapat membuka hasil investigasinya secara terang benderang kepada masyarakat Indonesia, tanpa ada yang ditutup-tutupi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dikemudian hari.

Dia menyatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan maskapai penerbangan Lion Air di Jakarta.

"Sekali lagi, kami dari MTUI akan terus memonitor setiap perkembangan dari kejadian yang menjadi sorotan dunia khususnya dunia penerbangan," demikian Maruli Lubis. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya