Berita

Foto/Net

Hukum

KPK Harus Usut Suap Yang Diterima Taufik Ke Petinggi PAN

SENIN, 05 NOVEMBER 2018 | 16:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komisi Pemberantasan Korupsi diminta tidak berhenti pada Taufik Kurniawan dalam mengusut kasus suap DAK Kabupaten Kebumen tahun 2016. Melainkan juga ke petinggi-petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) yang lain.

"KPK yang sudah menahan Taufik mesti lebih teliti lagi menelisik kemungkinan bahwa uang hasil korupsi itu mengalir ke partai dan tokoh-tokoh partai. Tidak terkecuali Amien Rais yang dalam beberapa kasus namanya juga sempat disebut," jelas Direktur Setara Institute Hendardi kepada wartawan, Senin (5/11).

Hal itu didasari sikap Amien Rais terhadap KPK atas kasus yang menjerat Taufik. Menurut Hendardi, tindakan Amien Rais menyebabkan beberapa kader PAN resah.


"Alih-alih membantu Taufik, tindakan Amien Rais yang mempertontonkan lebih sebagai preman politik mendatangi dan menggertak KPK malah bakal menyulitkan posisi Taufik di KPK," katanya.

Semestinya, sebagai tokoh yang mengerti hukum, Amien Rais justru membawa dan menemani Taufik memenuhi panggilan KPK yang ketika itu sampai dua kali mangkir.

"Bukan malah bersikap arogan dan mengintervensi KPK. Bahkan melakukan tuduhan terhadap ketua KPK sebagai telah menjungkirbalikkan keadilan," ujar Hendardi.

Dia menambahkan, dalam beberapa kesempatan, Amien Rais menuding KPK telah melakukan tebang pilih dalam memberantas korupsi. Pernyataan itu dilontarkan ketika banyak kader PAN baik di daerah maupun pusat yang diciduk KPK.

"Amien Rais beranggapan seolah-olah Taufik pasti benar dan KPK pasti keliru," imbuh Hendardi. [wah]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya