Berita

Lion Air Boeing 737 Max 8/Net

Dunia

LION AIR JATUH

Pesawat Tak Jatuh Begitu Saja Dari Langit

RABU, 31 OKTOBER 2018 | 12:37 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai Lion Air JT-610 menambah catatan kelam tentang keselamatan penerbangan di Indonesia.

Meski belum ada rilis resmi dari regulator keselamatan penerbangan Indonesia. Beberapa analis penerbangan internasional percaya bahwa faktor-faktor seperti kesalahan manusia atau pengawasan yang buruk lebih mungkin berada di balik tragedi jatuhnya Lion Air JT-610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

Analisa terfokus pada data FlightRadar24. Para analis menilai "perilaku" pesawat menunjukkan ketidakaturan saat lepas landas.


Ketika sebuah pesawat take off, biasanya akan naik dalam beberapa menit pertama penerbangan. Namun Lion Air JT-610 mengalami penurunan 726 kaki selama 21 detik.

"Sejak lepas landas seperti ini biasanya dikendalikan oleh sistem otomatis pesawat. Ini tidak sesuai dengan profil penerbangan otomatis," kata pakar penerbangan asal Inggris, Philip Butterworth-Hayes seperti dikutip laman CNN Internasional, Rabu (31/10).

Hayes menjelaskan, dari data tersebut menunjukkan profil penerbangan vertikal yang luar biasa tidak stabil.

"Tepat pada saat yang sama dengan kecepatan yang meningkat ada kemerosotan ketinggian, yang berarti pada saat itu ada kehilangan kendali," tambah Hayes.

Hayes menegaskan pesawat Lion Air JT-610 baru berusia dua bulan, alasan di balik kecelakaan itu sangat tidak mungkin disebabkan kesalahan mekanis.

"Pesawat terbang tidak jatuh begitu saja dari langit. Saya tidak bisa memikirkan masalah mekanis apa pun. Selain kehilangan tenaga mesin yang tiba-tiba. Dan tidak dapat dijelaskan atau kegagalan elektrik. Ini jauh lebih mungkin disebabkan peristiwa eksternal," papar Hayes.

Hayes meyakini bahwa masalah lingkungan adalah penyebabnya. Seperti ledakan mikro, atau pesawat yang menabrak sesuatu seperti kawanan burung.

"Ledakan mikro sangat sulit untuk dideteksi seperti tiba-tiba angin kencang dan berpusar dan Anda tidak bisa melihatnya - Anda memukulnya, tiba-tiba pesawat anda tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan, Anda mulai melakukan segala macam gerakan pemulihan dan kemudian sudah terlambat," sergah Hayes.

Sementara menurut mantan penyelidik kecelakaan udara Dewan Keamanan Transportasi Nasional Amerika Serikat, Peter Goelz, dari data itu jelas menunjukkan masalah dengan kecepatan dan ketinggian pesawat.

"Ada sesuatu yang jelas salah dalam kecepatan udara dan ketinggian yang akan mengarah pada sistem kontrol penerbangan. Ini adalah sistem fly by wire - sangat otomatis - dan pilot mungkin tidak dapat memecahkan masalah secara tepat waktu," demikian Peter Goelz. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya