Berita

Joko Widodo/Net

Politik

BPN Prabowo-Sandi: Diksi "Politisi Sontoloyo" Jokowi Kurang Tepat

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 09:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden, Joko Widodo mengatakan banyak politik yang baik tapi banyak juga politik jahat yang dia sebut "politisi sontoloyo".

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Anthony Leong mengatakan diksi tersebut kurang tepat.

"Diksi yang digunakan Pak Presiden kurang tepat. Kami tidak akan berbalas dengan kata yang negatif lain. Kami tetap fokus pada key messages, yakni lapangan pekerjaan, harga bahan pokok dan komitmen dalam membenahi ekonomi," kata Anthony dalam keterangan tertulis, Kamis (25/10).


Dia menyayangkan pernyataan Jokowi yang lebih fokus mencari headline agar diperbincangkan oleh publik yang sebelumnya mengangkat narasi "politik kebohongan".

"Masyarakat sudah cerdas menilai mana yang memang pemimpin yang fokus hadirkan solusi permasalahan masyarakat seperti lapangan pekerjaan dan harga bahan pokok. Pemimpin harus fokus lahirkan solusi dan menyerap aspirasi masyarakat bukan hanya sekadar melontarkan statement agar menjadi headline. Create legacy itu yang utama," kata Anthony.

Pakar digital yang juga Koordinator Prabowo-Sandi Digital Team (PRIDE) ini menuding bahwa Jokowi mengeluarkan pernyataan tersebut karena ada potensi untuk menjadi trending topic yang dilihat dari analisis big data.

"Karena dari big data ada potensi menjadi trending maka pernyataan tersebut bisa dikeluarkan. Kita tidak mau ikut dalam permainan pernyataan Pak Jokowi. Kita fokus ikhtiar, silaturahim dan mengkampanyekan visi misi pasangan Prabowo-Sandi agar Indonesia bisa terwujud adil dan makmur," terang Anthony.

Jokowi mengingatkan warga hati-hati dengan politisi sontoloyo saat menghadiri acara pembagian sertifikat tanah di Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa kemarin. Awalnya, Jokowi menyinggung mengenai program dana kelurahan yang mendapat banyak kritik dari sejumlah politisi dari kubu oposisi. Jokowi heran dana kelurahan untuk rakyat justru dianggap dikaitkan dengan kontestasi Pilpres 2019.

"Kita semua ingin memberikan untuk masyarakat dan rakyat, bukan untuk siapa-siapa. Jangan dihubungkan dengan politik. Enggak rampung-rampung kita ini," kata Jokowi.

"Itulah kepandaian para politikus, mempengaruhi masyarakat. Hati-hati, saya titip ini, hati-hati. Banyak politikus yang baik-baik, tapi juga banyak politikus yang sontoloyo," tambah dia. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Kultus “Benda-benda Suci” di Eropa Abad Pertengahan

Minggu, 15 Maret 2026 | 06:16

Lulusan IPDN Disiapkan Wujudkan Standar Pelayanan Minimal di Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:59

Roy Suryo Cs Dilarang Ladeni Rismon Beradu Argumentasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:32

Abdul Malik bin Marwan, Revolusi Birokrasi yang Mengubah Sejarah Islam

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:23

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Trump Berbaju Fir’aun

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:31

Enam Bulan Purbaya, Rupiah Melemah tiap Bulan

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:08

Pendekatan Teman Sebaya Efektif Cegah Bullying di Sekolah

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:02

Rismon Menelan seluruh Omongannya Tanpa Ada Terkecuali

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:21

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Selengkapnya