Berita

Ketua MPR Akan Hadir Di HUT Dan Munas PSMTI

RABU, 24 OKTOBER 2018 | 16:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) mengundang Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan untuk menghadiri peringatan HUT ke-20 dan Munas XVI PSMTI 2018.

Undangan disampaikan secara langsung dalam pertemuan jajaran pengurus PSMTI dengan ketua MPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (24/20).

PSMTI akan menggelar peringatan HUT ke-20 dan Munas XVI pada 2 sampai 4 Nopember 2018 di Palembang, Sumatera Selatan. Peringatan HUT ini akan dihadiri sekitar 1.000 orang sedangkan Munas diikuti sekitar 600 peserta.


HUT dan Munas kali ini mengambil tema "Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemilihan Umum". Selain Zulkifli, Munas XVI PSMTI juga akan dihadiri sejumlah pejabat negara dan Gubernur Sumatera Selatan,  Herman Deru.

Ketua MPR menyanggupi akan hadir dalam peringatan HUT PSMTI itu. Zulkifli mengaku selalu hadir apabila diundang dalam kegiatan PSMTI.

"Saya selalu hadir jika diundang dalam kegiatan PSMTI," katanya. Pernyataan Zulkifli itu pun disetujui jajaran pengurus PSMTI yang hadir dalam pertemuan itu.

Dalam pertemuan itu, Zulkifli menceritakan perjalanan bisnisnya yang tidak lepas dari hubungannya dengan masyarakat Tionghoa baik di Indonesia maupun di Tiongkok. Dalam mengelola bisnisnya, Zulkifli menjalin hubungan dengan pengusaha Tionghoa di Indonesia dan Tiongkok.

Dia beberapa kali mengadakan kerjasama dengan pengusaha Tionghoa. Salah satunya adalah pengusaha David Herman Jaya alias Liem Wan King, seorang pengusaha karoseri New Armada. David Herman Jaya yang juga Ketua Umum PSMTI tidak hadir dalam pertemuan itu.

"Waktu itu saya butuh banyak mobil untuk angkutan barang-barang. Saya menjalin kerjasama dengan Wan King, David Herman Jaya, pemilik karoseri New Armada," ujarnya.

Kepada jajaran pengurus PSMTI, Zulkifli juga mengungkapkan bahwa negara maju bukan karena mengandalkan kekayaan sumber daya alamnya. Sebuah negara bisa maju karena memiliki sumber daya manusia berkualitas. Di kawasan Asia, sumber daya manusia negara seperti Singapura, Tiongkok, Hongkong, Jepang, Korea, Taiwan, Macao, berada di urutan atas.

Sementara Indonesia berada pada ranking 62. Riset terhadap ranking negara-negara itu berdasarkan indikator kemampuan teknologi, matematika dan baca buku. Karena itu, kunci kemajuan negara adalah pada manusia.

"Banyak mahasiswa dari Tiongkok yang sekolah di universitas-universitas di Amerika dan Eropa. Sangat jauh jumlahnya dibandingkan dengan mahasiswa dari Indonesia," katanya memberi contoh.

Perkembangan negara Tiongkok pun sangat cepat. "Pada tahun 80-an saya ke sana, sangat jauh dibandingkan sekarang ini. Kemajuan Tiongkok sangat cepat hanya membutuhkan sekitar 20 tahun saja," ucapnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya