Berita

Felicitas Tallulembang/Net

Politik

Gerindra: Jokowi Tidak Serius Mewujudkan Nawacita Soal Kedaulatan Pangan

SENIN, 22 OKTOBER 2018 | 14:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai belum melaksanakan salah satu visi Nawacita yakni mewujudkan kedaulatan pangan.

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Gerindra Felicitas Tallulembang menilai pemerintah bukannya menjalankan kedaulatan pangan malah mengandalkan impor.

Bahkan, sambung Felicitas masing-masing lembaga saling menyalahkan mengenai kebijakan impor tersebut.


"Kebijakan pangan masih berorientasi impor belum berdasarkan pada pangan lokal, padahal amanat undang-undang adalah perlunya diversifikasi pangan dengan menggalakkan produk pangan lokal," ujarnya saat diskusi tentang pangan yang diadakan oleh Fraksi Gerindra di gedung DPR, Senin (22/10).

Lebih lanjut, dorongan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan juga tidak sejalan dengan kementerian lain.

Ia menilai pemerintah dalam hal ini Joko Widodo tidak serius dalam mewujudukan kedaulatan pangan. Langkah Kementerian Perdagangan memilih impor malah dibiarkan oleh Jokowi

"Kita lihat justru masing-masing lembaga malah perang di media sosial terkait kebijakan impor. Pemerintahan sudah berjalan empat tahun, tapi janji Nawacita tentang kedaulatan pangan belum terealisasi," ujarnya. [nes]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya