Berita

Said Aqil Sirad/Net

Politik

Ketum PBNU: Kampanye Di Pesantren Boleh Untuk Pererat Silaturahmi

SENIN, 22 OKTOBER 2018 | 09:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Kampanye pasangan capres-cawapres di pesantren saat ini menjadi sorotan publik. Bahkan Bawaslu juga sudah mengeluarkan larangan terhadap pasangan yang melalukan kampanye di pesantren.

Namun, Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Sirad memiliki persepsi yang berbeda terkait kampanye di pesantren.

"Kalau kampanye dalam politik praktis saya setuju itu dilarang, tapi kalau kampanye untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan sangat penting, itu penting, jadi itu boleh," ucap Kiai Said saat ditemui di Tzu Chi Center, Jakarta, Minggu malam (22/10).


Bagi dia pesantren merupakan percontohan penting untuk membangun bangsa sebab di sini lah para kader bangsa ditempa baik iman maupun keilmuannya.

"Coba ada enggak pesantren tawuran? Pernah dengar gak? Beda dengan SMA, hampir setiap hari kita dengar tawuran," tegasnya.

Bahkan sambung ketua ormas Islam terbesar di Indonesia itu, ajaran Islam justru mengamanatkan untuk bersilaturahmi dan mengunjungi orang yang lebih tua.

"Sesuai ajaran Islam, kita saling kunjung mengunjungi, maaf-memaafkan, yang muda mendekati yang tua, murid mendatangi guru, biasa itu dalam Islam," pungkas Kiai Said. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya