Berita

Mahyudin/RMOL

Mahyudin: Demokrasi Tidak Bisa Berjalan Baik Ketika Rakyat Miskin

SABTU, 20 OKTOBER 2018 | 07:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Demokrasi di Indonesia tidak bisa berjalan baik ketika rakyat masih pada miskin. Hal itu diutarakan oleh Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin saat Press Gathering MPR bersama wartawan di Eastparc Hotel, Yogyakarta, Jumat (19/10).

"Menurut saya demokrasi langsung itu tidak bisa berjalan efektif ketika rakyatnya masih banyak yang miskin," ujar Mahyudin.

Dia menganalogikan dengan pertandingan sepakbola, rakyat yang miskin tersebut ibarat lapangan yang becek.


"Pertandingan bola tidak bisa bermain cantik kalau lapangannya becek. Sehingga rules-nya pun bisa berubah-ubah di tengah jalannya pertandingan," selorohnya.

Menurut mantan politisi Partai Golkar itu, sebelum pertandingan dimulai seharusnya dipersiapkan dulu lapangan yang bagus.

"Setelah lapangan siap, kemudian peraturan harus disiapkan untuk semua orang baru main bola," selorohnya lagi.

Pernyataan Mahyudin tersebut mendukung pernyataan Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menyatakan demokrasi hanya alat bukan tujuan. Tujuan dari NKRI dibentuk sesuai cita-cita founding fathers yaitu mewujudkan rakyat Indonesia yang adil dan makmur. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya