Berita

Ridwan Hisjam/Net

Politik

Gempa Sulteng, Negara Masih Abai Terhadap Antisipasi Jatuhnya Korban

SELASA, 16 OKTOBER 2018 | 20:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah dianggap masih abai terkait antisipasi jatuhnya korban akibat gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Kejadian di Palu ini seharusnya tidak perlu terjadi korban yang mencapai ribuan orang kalau pemerintah melaksanakan tugasnya dalam melindungi warganya," ucap Wakil Ketua Komisi VII Ridwan Hisjam kepada Kantor Berita Politik RMOL Selasa (16/10).

Cara melindunginya, sambung politisi Partai Golkar itu yakni dengan membuat regulasi. Pasalnya di Palu ada potensi gempa dan tanah likuidaksi namun pemerintah berikan izin tinggal di daerah-daerah yang rawan tersebut. Padahal sebelum negara ini merdeka, pada tahun 1850 pemerintah Balanda sudah membuat badan geologi yang memperingatkan bahwa Palu berbahaya.


"Kok diberi ijin tinggal, kok boleh ditempati? Di situlah yang namanya pelayanan negara.  Dulu kiita pernah dengar yang namanya hebat Prof J.A. Katili. Itu Kepala Badan Geologi yang sudah mengeluarkan peringatan bahaya bahwa Palu itu ada sesarnya itu," pungkasnya. [nes]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya