Berita

Akbar Faizal/Net

Politik

Djoko Edhi Minta Jokowi Dimakzulkan, Nasdem: Repot Kalau Politisi Bicara Ekonomi

SELASA, 16 OKTOBER 2018 | 14:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Merujuk UU 17/2003 tentang Keuangan Negara terkait pemakzulan presiden jika defisit anggaran sudah melebihi 3 persen, Mantan Anggota Komisi III DPR Djoko Edhi Abdurrahman meminta DPR untuk makzulkan Presiden Joko Widodo.

Menurut politisi Partai Nasdem Akbar Faizal, repot kalau politisi bicara ekonomi dan kemudian mengaitkannya ke hukum.

"Agak susah memang kalau berbicara sesuatu yang tidak dipahami. Politisi memaksakan diri untuk bicara tentang kajian ekonomi ya serba salah, repot," ungkap Akbar saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/10).


Padahal merujuk data saat ini defisit anggaran dari produk domestik bruto (PDB) belum mencapai 3 persen. Artinya pernyataan Djoko Edhi itu terkesan ngawur.

"Kemudian dicantolkan dengan pemahaman hukum yang terbatas jadinya ya begitu," tegas Akbar.

Baca: Jokowi Bisa Diimpeach

Anggota Komisi III DPR dari Sulawesi Selatan itu menganggap hanya buang-buang waktu menanggapi pernyataan Djoko Edhi tersebut.

"Saya tidak terlalu tertarik melayani orang seperti itu," tandasnya. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya